Wednesday, September 30, 2020
Regret
Saturday, September 26, 2020
Geulis 161 Project
1. Rancangan dies natalis yang berbeda
Dies natalis secara makna sepadan dengan peringatan hari kelahiran. Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari kelahiran yang dipandang sebagai hari dimana sebuah kehidupan dimulai. Tujuannya tiada lain adalah untuk mensyukuri anugerah hidup yang menyebabkan berbagai peluang dan kesempatan terbuka.
Friday, September 25, 2020
salsabilla syaida
draft 1
hari
itu hari pertama aku menjalakan UN
(ujian nasional ) aku bangun di pagi hari pukul 05:30 sarapan dengan nasi goreng putih dan telor
mata ayam, aku lebih suka menyebutnya itu karena kalau di bilang mata sapi,
kasian ayamnya kehilangan salahsatu produk yang dibuatnya, jika kalian tanya
siapa yang membuatnya untuk ku tentu saja dia lah bundaku tercinta , aku
bergegas menuju sekolah dan membawa alat tulis , penghapus dan perlengkapan
lainnya , tidak membawa tas pada hari itu karena hanya melingkari saja dan aku
tidak mau repot rept tentunya, meski halnya tidak merepotkan sih
Thursday, September 24, 2020
bagian 3
Monday, September 21, 2020
Tempat Pulang
BAB I
1.
IJUL
Kicauan burung di pagi hari yang membuat hangatnya suasana pekarangan rumah. Alarm yang sudah ia setting sejak tadi malam berbunyi tepat pada pukul 06.20. Lagi lagi ia tidak sholat subuh karena bangun kesiangan. Mata tajamnya menuju jam dinding yang terpasang di pojok kanan atas kamarnya, baru ia sadari bahwa hari ini adalah hari Senin yang mana masuk sekolah lebih awal karena adanya upacara pengibaran bendera. Ia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka yang lusu dan merapihkan rambut yang kusut. Sekitar tujuh menit berlalu, ia keluar dari kamar mandiny dan langsung berganti pakaian seragam putih biru dan atribut yang lengkap. Seusainya ia merapihkan rambut dan seragamnya di depan cermin kamarnya, ia langsung menuju ruang makan yang sudah tersedia beberapa makanan yang dibuat ibunya tadi shubuh. Akan tetapi ia menghiraukan semua makanan yang ada dimeja itu, ia hanya mengambil nasi yang sudah disiapkan ibunya dalam wadah
Bagian 2
Bagian 1 : Ulangtahun
Sunday, September 20, 2020
The Imaginator
Part 0 : Who Am I?
Namanya
Koraya, seorang murid SMA terpadu di Tokyo. Dia tinggal seorang diri, Kedua
orang tuanya bekerja di luar kota dan hanya kembali beberapa bulan sekali.
Rambutnya yang hitam sedikit gondrong menutupi sebagian matanya yang hitam pekat.
Posturnya bias dibilang ideal di kalangannya, tidak terlalu pendek, dan tidak tinggi
juga. Ia sering berpergian ke sekolahnya dengan sepeda, dan biasa kembali
dengan kedua sahabat dekatnya. Namun di samping hal biasa tadi, Koraya
mempunyai passion bear terhadap pembuatan karakter imajinatif yang suka disebut
OC (Original Character), Dia berharap bisa mencurahkan semua hasil karyanya ke
sebuah media, seperti novel maupun komik. Namun hal yang terjadi melampaui itu.
Koraya dipertemukan dengan salah satu karakter buatannya di dunia nyata.
Mengapa bisa? Dan petualangan apa yang menanti Mereka bersama?
Kerangka Puisi Dera Faris Dz
Nama : Dera Faris Dzullfiqar
Tema Puisi
1. maaf
2. cinta
3. politik
4. kemanusiaan
5. alam
Lukisan mimpi
1. Ariana
Pada tahun 2010 bulan Maret tanggal 21 lahirlah seorang anak perempuan berambut hitam mempunyai hidung mancung berkulit putih dari keluarga miskin. Dia bernama Arian Putri Khusnul,sungguh indah dan cantik namanya seperti rupanya. Ariana adalah gadis yang pandai dan taat beribadah keluarganya selalu mengajarkan dia untuk baik kepada orang lain,sopan,santun,saling membantu. Ariana adalah gadis desa, tempat tinggal dia di desa Waruh Batu. Keadaan alamnya masih sangat asri dan segar pepohonan tergelar indah dari bukit desa,sungguh indahnya ciptaan sang ilahi. Ariana adalah sosok tangguh dan tak pernah putus asa.
karang adalah anugerah dari tuhan.
Pada suatu hari Ariana sedang berpergian ke kebun milik Paman Henry, yaitu seorang pemilik kebun yang sangat besar di desanya. Paman Henry menyuruh dia untuk memanen jagung di kebunnya. Paman Hendri berkata "Hai anak pungut Cepatlah kau panen semua jagung-jagung itu dan berikan kepada saya," ujar sang Paman Henry."Ya Paman saya akan melakukannya baik paman," balas Ariana dengan ketakutannya.Yah memang Paman Henry itu adalah seorang pemilik kebun terkaya di desanya yang juga terkenal pemarah kepada orang-orang miskin. Ariana tidak bisa apa-apa karena ini adalah satu-satunya jalan agar dia bisa makan dan minum dan juga untuk membantu keluarganya.
Sungguh sulit perjalanan Ariana ini di saat dia masih umur 10 tahun, namun dia harus menanggung beban yang besar untuk menghidupi keluarganya dan juga dirinya. Bukan ayahnya tak mampu untuk menafkahinya,namun ayahnya sekarang sedang sakit dan kakak-kakaknya pun entah kemana adanya. Ariana lima bersaudara Dia mempunyai dua orang Kakak dan dua orang adik.Namun sekarang dia harus menafkahi ibunya, ayahnya ,dan adik-adiknya.Ibunyapun sudah dari dulu mengidap penyakit mata yaitu katarak. Sulit untuk dia menafkahi keluarganya yang sedang sangat terpuruk. Memang latar belakangnya sudah miskin namun pada saat ini Ayahnya sakit ibunya sakit kakaknya entah kemana dan dia harus menafkahi kekuarganya seorang diri.
"Oh Tuhan Mengapa kau membuat diriku begitu sengsara Apakah ini balasanmu atas semua ketaatanku dalam beribadah ingin rasanya aku enyah dari bumi ini," ujar Ariana di dalam hati.Bukan tanpa sebab dia menyesalkan dirinya sendiri dan benci pada dirinya sendiri atas apa yang terjadi,ya tentu semua orang pasti akan berpikir demikian bila ada di posisi Ariana.
Yah memang Ariana bukan sosok yang sangat tangguh pasti ada sisi dia akan terpuruk dan dia akan kesal pada kehidupannya.Kehidupan Ariana pun semakin hari semakin terpuruk dan eiring berjalannya waktu ternyata penyakit yang diidap oleh ayahnya semakin memburuk dan tidak dapat lagi untuk melakukan aktivitas lainnya. Ayahnya hanya bisa tidur dan duduk saja tanpa bisa berjalan. Bahkan sekedar untuk ke toilet saja tidak mampu.Kakaknya pun tidak pernah pulang. Entah harus bagaimana lagi kehidupan Ariana pada saat ini ibunya pun tak kuasa apa-apa hanya bisa membantu saja di rumah untuk memasak dan mengurus urusan rumah.
Namun hari demi hari mungkin adik-adiknya berpikir agar tidak selalu memberatkan Ariana lalu ada satu adiknya yang berumur 8 tahun dialah yang membantu Ariana. Adiknya itu bernama Arya dia tidak bersekolah, tentu saja karena tidak ada uang untuk menyekolahkannya.Arya adalah seorang anak laki-laki yang memiliki raut wajah seperti orang Belanda.Karena sebelum mereka miskin seperti ini dahulu kakek dari Ariana dan Arya adalah sosok tentara Belanda, yang pada saat dahulu menjajah Indonesia dan beristrikan orang Indonesia yaitu neneknya Aryana dan Arya.Pantas saja Ariana dan Arya mempunyai wajah seperti orang Belanda yaitu putih,hidungnya mancung,dan matanya sedikit beda dengan yang lain.Namun memang salah keluarganya sendiri waktu itu paman-pamannya, bibinya,dan ayahnya menggunjingkan tentang warisan dan hingga pada akhirnya jatuh ke tangan pamannya yang bernama Anji.Ya harta dan semua warisan milik kakeknya Ariana jatuh ke tangan pamannya yang bernama Anji. Namun bukan digunakan untuk hal yang baik pamannya malah menggunakan uang itu sebagai uang taruhan di dalam judi.Habislah uang dari warisan kakeknya Ariana.Dan inilah yang membuat keluarga Ariana jatuh terpuruk dan miskin.
Di Suatu hari Arya bekerja di salah satu pasar di desa nya. Dia bekerja sebagai tukang angkut barang dan juga sebagai penjual kantong kresek yang menawar kan kantongnya kepada para pembeli di pasar tersebut.Sungguh kasihan nasib Arya bocah kecil berusia 8 tahun yang harus menanggung hirup pikuk beban besar di dalam kehidupannya untuk menafkahi keluarganya.Bukan hal mudah untuk menjalani hidup seperti mereka, namun Arya dan Ariana selalu tegar dan tetap tabah untuk bisa menafkahi keluarganya. Mereka yakin bahwa selalu ada Tuhan di samping mereka yang akan membuat mereka bangkit dari keterpurukannya.
Mereka selalu taat beribadah walaupun dalam kondisi apapun itu saat ia bekerja saat ia bermain tetap mereka selalu ingat untuk taat beribadah dan selalu berdoa kepada tuhannya.Sungguh anak-anak yang cerdas dan berakhlak mulia. Sulit di zaman ini menemukan anak-anak yang pintar, cerdas, sopan,santun, dan taat beribadah.Namun mereka adalah anak-anak yang cerdas, sopan, santun, taat beribadah, dan tak mudah mengeluh. Bukan hal mudah untuk menjadi sosok seperti Ariana dan Arya yang selalu tangguh menghadapi cobaan apapun.
Pada suatu hari adik terkecil Ariana yaitu Amran merengek karena lapar. Iya saat itu Ariana dan Arya tidak mendapatkan pekerjaan yang hingga memaksa keluarganya tidak dapat makan karena tidak adanya uang.Sungguh miris dan sakit sekali hidup Ariana,dengan susah payah Ariana dan Arya pergi mencari-cari pekerjaan agar adiknya bisa makan hari ini.Bukan hal mudah untuk mencari pekerjaan apalagi di usia mereka yang masih sangat belia, banyak orang yang tidak percaya akan kerja mereka hanya sekedar mengangkat ngangkat barang pun banyak yang tidak percaya Kak Ariana dan Arya kuat bekerja seperti itu." Kak Bagaimana ini kasihan Amran,ibu, dan ayah di rumah. Aku si tidak apa-apa kalau tidak makan tetapi jangan adik dan orang tuaku, " Arya berbicara demikian kepada Ariana.Jawab Ariana,"Iya dik sedang kakak usahakan dan sedang kakak pikirkan untuk kita bisa mendapatkan pekerjaan." Dengan susah payah mereka mencari pekerjaan dan akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan sebagai tukang penjual kerupuk keliling. Memang hasilnya tidak sebesar sebagai tukang angkat berat,walaupun keringat yang akan dikucurkan sama saja seperti kerja angkat berat.
Namun apa daya yang ada sekarang pekerjaan hanya itu dan adik ibu serta ayah mereka sedang kelaparan di rumah.Berkelilinglah mereka menyusuri rumah-rumah di tiap desa di tiap kampung hingga kerupuk itu terjual dan habis.Uang yang didapat dari hasil penjualan mereka akan disetorkan kepada tuan mereka atau bos mereka untuk selanjutnya dihitung dan dan 15% dari hasil penjualan kerupuk itu akan menjadi upah mereka.Hasil yang didapat hari ini hanya Rp100.000 berarti 15% dari hasil hari ini = Rp15.000 untuk mereka.Sangat tidak cukup memang untuk membeli beras saja sudah Rp10.000 dan 5000 nya lagi entah akan dibelikan apa karena tidak cukup Rp5.000 untuk membeli makanan.Mungkin untuk hari ini ini garam adalah teman lauk makan mereka.Pergilah Ariana dan Arya untuk membeli beras dan garam.
Setibanya di rumah Arya dan Ariana cepat-cepat memasak beras yang tadi dia beli di warung untuk mereka makan hari ini." Ibu maaf Ariana dan Arya hari ini hanya bisa membeli beras dan garam saja tidak bisa membeli tempe ataupun tahu untuk kita makan," ujar Ariana kepada ibunya. Ibunya pun menjawab, " tidak apa-apa nak ibu sudah cukup makan nasi dan garam saja." Akhirnya mereka makan dengan lauk hanya garam saja dan di tengah rumah yang reot tanpa beralaskan lantai atau keramik.Sungguh sangat menyedihkan kehidupan mereka,rumah yang hampir hancur,keuangan yang tidak ada, orang tua yang sakit entah apa yang terjadi bila Ariana memutuskan untuk menyerah pada kehidupan ini.
Ariana memang tidak bersekolah,namun bukan putus juga untuk dia tetap belajar. Ariana selalu belajar di rumah ketika sudah pulang kerja, mereka diajarkan oleh orang tuanya membaca,menulis,dan menggambar. Walaupun hanya dengan peralatan seadanya yaitu buku bekas dan pensil-pensil yang sudah kecil yang dia temukan di tempat sampah. Ariana tak malu untuk mengambil barang-barang seperti itu di tempat sampah,karena dia yakin itu bukan sesuatu yang harus dia jadikan malu namun menjadi motivasi bagi dirinya sendiri. Sungguh anak yang cerdas dan mulia. Sulit menemukan seorang anak yang rajin seperti Ariana. Orang tuanya pun bangga memiliki seorang anak seperti Ariana karena bukan hanya Ariana membantu keluarga dalam ekonomi saja, namun Ariana juga bisa belajar tanpa harus bersekolah. Sungguh tekad yang sangat tangguh dan mulia.
Tak lupa dia juga mengajari adik-adiknya untuk membaca menulis dan menghitung. Ariana pun berkata kepada adik-adiknya, " ayok ade kau pasti bisa untuk membaca,menulis, serta berhitung kakak tahu semua adik,kakak itu itu bisa dan pintar." " Iya Kak... " Jawab adik-adiknya. Mereka pun belajar dengan giat dan tekun selepas bekerja setiap harinya. Minimal Ariana menyempatkan waktu untuk mereka belajar satu jam sebelum tidur. Selalu teratur setiap harinya. Hingga akhirnya Ariana,
Arya, dan Amran menjadi bocah-bocah kecil yang pintar,walaupun dengan segala keterbatasan ekonominya. Dia selalu berpikir tak ada waktu yang terlambat dan tak ada hambatan untuk belajar jika dia yakin dan punya tekad yang besar untuk bisa menjadi seseorang yang cerdas dan pintar walaupun dengan segala keterbatasan. Sungguh sosok seorang anak yang sangat bijak dan pintar. Orang tuanya pun bangga kepada anaknya karena dia dapat belajar dan pintar tanpa harus bersekolah.
Semakin hari Ariana Semakin menjadi sosok yang sudah dewasa, bukan karena umurnya yang menjadi semakin tua namun karena pola pikirnya dan kebijakannya dalam menindak dan mengambil suatu keputusan,membuat dia menjadi pribadi yang dewasa dan dapat bertanggung jawab.
Setiap Ariana memiliki masalah dia tidak pernah mengeluh dan tidak pernah mengadu kepada orangtuanya,Ariana selalu menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak pernah bergantung kepada orang lain. Seberat apapun masalahnya dia selalu menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab. Ketika dia mempunyai masalah dia selalu memikirkannya sendiri untuk mencari jalan tengah dari masalahnya. Sungguh anak yang penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan.
Bukan hal mudah bagi bocah sekecil Ariana menyelesaikan masalah tanpa melibatkan siapapun. Kalaupun dia minta pertolongan pasti dia akan meminta pertolongannya kepada tuhan yang menciptakan dia karena bagi dia,jika meminta pertolongan kepada sesama manusia belum tentu manusia itu dapat membantu kita dan tentu kita tahu bahwa semua orang pasti memiliki permasalahannya masing-masing.
Oleh karena itu,Ariana berpikir keras sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Tanpa harus melibatkan orang lain karena dia juga tidak ingin merepotkan orang lain. Sungguh Ariana adalah anak yang baik, tangguh, penuh tanggung jawab, dan bijaksana. Dengan keadaan yang sangat sulit seperti ini dia tidak pernah bergantung kepada orang lain maupun kepada orang tuanya karena dia tahu orangtuanya juga tidak bisa apa-apa. Yang bisa dia lakukan saat menghadapi masalah atau cobaan adalah selalu berdoa dan mencari jalan keluarnya sendiri. Arya pun memiliki sifat seperti Ariana yang bertanggung jawab bijaksana dan tidak pernah mengeluh dalam kehidupannya. Mereka adalah anak-anak yang sangat pintar dan cerdas. Mereka memiliki kepribadian yang sangat tidak terduga bagi seorang anak miskin. Tak ayal
Ariana pun selalu bersyukur atas segala yang dia punya hari ini,dan berdoa supaya dia mendapatkan yang lebih dari apa yang dia punya sekarang kepada tuhannya. Bagi Ariana tidak ada masalah yang sangat sulit bila dihadapi dengan penuh rasa tanggung jawab dan selalu berdoa kepada tuhan. Anak tangguh,anak yang bertanggung jawab adalah anak yang bisa menjadi seorang bijaksana yang cerdas. Dan semua itu terdapat di dalam diri Ariana. Dialah putri yang cantik,anggun dan bijaksana di dalam kehidupan nyata. Dialah Ariana Putri Khusnul.
Ariana
oleh: yasmin nurul
Di zaman itu...
Di tahun itu...
Di hari itu...
Di detik itu...
Lahir seorang gadis rupawan,ayu,dan cantik
Wajahnya sangat putih dan tertawanya menggeletik
Membuat riuh sorak di ruang sempit
Dengan lelaki yang tertawa lalu menangis
Putri cantik berhati suci
Putri cantik berkulit putih
Tangguh dan tegar
Bijaksana dan bertanggung jawab
Kuat dalam segala hal
Tidak mudah putus asa
Berani berkorban
Bekerja keras
Dialah Ariana Putri Khusnul
***
Chamy Manikara Gumilang
Fiksi
Judul:
Bella ingin mendapatkan kesempatan ke dua sebelum ibunya meninggal. Namun Bella
tidak memiliki kekuatan yang akan bisa hal tersebut tercapai. Akhirnya saat dia
memasukki dunia SMA dia bertemu dengan teman yang bisa membuat keinginannya
tercapai.
1.aku yang ditinggalkan
Bella yang selalu bermimpi tentang kejadian dimana bundanya meninggalkan
dia seorang diri bahkan bella tidak mengetahui keberadaan ayahnya yang
bertepatan ibunya yang meninggalkan bella
2. Pertemuan kita
Di sekolah Bella berkenalan dengan beberapa teman sekelas namun ada satu
orang yang dari awal pembukaan mpls hingga selesai dia diam diam memandangi Bella dan Bella merasakanny.Namun siapa dia?
3. Aku yang berusaha
Setelah Mikal yang tiba tiba saja dia membantu Bella dan memberikan beberapa informasi yang memberikan harapan untuk Bella mencapai harapannya tapi kemana Mikal yang menghilang ia tidak hadir di rumah ataupun di sekolah apakah aku harus berjuang sendiri?
4. Kau yang sudah bahagiaSetelah Bella berhasil memecahkan misteri surat dari Mikal dan dia bisa
menjelajah kehidupannya dahulu dan waktu 8 jam dia merasa semua beban semua
rasa dendam semua rasa penasaran terbayarkan dengan melihat kembali kejadian
dahulu. Dan mengetahui semua alasan keluarganya terpecah.
5. kita yang sekarang
Setelah misi Mikal berhassil yaitu untuk membantu Bella dalam mencari rasa
penasarannya di masa lalu akhirnya Mikal bisa kembali ke masa depan yang dimana
disanalah kehidupan aslinya begitupun dengan Bella yang sudah bisa memulai hari
hari dengan ringan tanpa beban untuk menjadi remaja sma sesungguhnya.
Saturday, September 19, 2020
4 Acts of Lies
Aulia
Shafa Kamila
Outline
Genre : Fiksi (Drama, Misteri, Psychologycal Thriller)
Judul : 4 Acts of Lies
Amaia (Maia) seorang perempuan dengan penuh ambisi dalam hidupnya, yang nyaris
sempurna. Ia berusaha mencari arti kehidupan, mimpi dan cinta. Namun dia menemukan bahwa
orang disekitarnya menyimpan kebohongan yang dapat menghancurkan dirinya sendiri.
Ketika hidupnya perlahan terasa hancur akibat kebohongan tersebut, ia mencoba
bangkit dan melakukan apapun untuk membalas semua kebohongan.
Lukisan Mimpi
Awal
Kematian Sosial
Aku, ibu dan sejuta Mimpi
glow in the dark
Genre:fiksi
Judul:
Shei seorang wanita yang tengah mencari sumber kebahagiaannya dan senyumnya yang telah hilang selama bertahun-tahun.
Shei ingin memiliki sebuah kehidupan yang bisa membuatnya bahagia seperti manusia pada umumnya namun takdir berkata lain.
Sampai ia menemukan sumber kebahagiaannya sendiri dengan caranya sendiri
1.awal kisah
Agtha Sheila,gadis kecil yang harus menghadapi permasalahan keluarganya,yang melihat dan mendengar secara langsung perdebatan dan pertengkaran orang tuanya,tidak cukup hanya itu dia harus berpisah dengan sang kakak yang menjadi sumber kekuatannya selama ini
2.pertemuan dan kehilangan
Shei yang sudah cukup dewasa memilih untuk tinggal bersama sang ayah,dengan tujuan bertemu sang kakak,namun takdir memisahkannya dengan sosok yang menjadi alasannya untuk tinggal dengan sang ayah
3.raja Abraham
Di saat berada di titik paling bawah dalam hidupnya,tuhan mengirimkan sosok pelindung untuknya,mungkin ini imbalannya karna ia telah merelakan kepergian sang kakak
4. Pohon kehidupan
Shei menemukan kebahagiaannya,ia pergi untuk menemui sang kakak di sisi tuhannya
1.awal kisah
Ini kisahku,aku tak tahu apa ini bisa di sebut dengan kisah atau bukan,tapi setidaknya ini layak untukku bagi dengan kalian,sebuah jeritan hati yang tidak seorangpun bisa mendengarnya,sebuah keinginan untuk menjadi lebih baik tapi tak ada yang mendukungnya,ini tentang seorang wanita yang hatinya telah di patahkan berkali kali,seorang wanita yang lupa dengan sebuah kata 'kebahagian' bahkan cara untuk tersenyum tanpa menyembunyikan apapapun ia tak tau,seseorang yang sangat pintar bermain peran, menyembunyikan semua rasa sakit dan kecewanya hanya dengan sebuah lengkungan atau bahkan gelak tawa yang nyaring,tapi apakah kalian menyadari apa yang sebenarnya terjadi?.
Malam itu,suara teriakan bergema di seisi rumah,suara tangis bocah bocah kecil itu kian nyaring,tak ada yang bisa mereka lakukan selain mendengarkan secara langsung orang tuanya bertengkar dan saling mengeluarkan sumpah serapah tersebut.
Tangan mungil itu memelukku seraya berkata "gapapa kok dek,mami sama papi cuman lagi ngobrol doang kok",ia berkata seakan akan memberi ketenangan pada adiknya yang sedang menangis,kata katanya memang menguatkan adiknya tapi lihat sorot matanya,ia benar benar ketakutan,tangannya bergetar hebat tapi dengan sisa tenaganya ia menguatkan sang adik.
Suara keras itu akhirnya redup,entah pergi kemana.kedua anak itu mulai reda dari tangisnya."kak,mami sama papi pasti udah maafan,ayo samperin kak!"seru bocah perempuan itu sambil menarik tangan sang kakak,langkah kecil mereka semakin cepat seiring dengan anak tangga yang mereka naiki,tak peduli dengan keadaan sekitar yang benar benar berantakan.kaca kaca pecah berserakan di lantai tak menggentarkan mereka untuk tetap menemui kedua orang tuanya.hingga kedua bocah kecil itu menemukan pintu tujuannya,tangan kecil bocah perempuan itu akan menggapai daun pintu kamar kedua orang tuanya tapi tiba tiba sang kakak menariknya sambil berkata "tunggu dek,biar kakak aja yang buka" gerak tangannya menarik sang adik untuk mundur perlahan,ia tak mau jika orang tuanya ternyata masih berdebat di dalam sana dengan melempar lemparkan barang seperti yang sudah terjadi seblumnya lalu mengenai adik kesayangannya.
Dibukanya pintu itu dengan perlahan,sorot matanya menyapu seluruh ruangan tersebut dan berhenti ketika menemukan sosok sang ibu yang tengah mengeluarkan semua pakaiannya dengan tergesa gesa.ia tak mengerti mengapa sang ibu mengeluarkan semua bajunya dari dalam lemarinya,lalu untuk apa tas besar itu?pikir bocah laki laki itu,sang adik yang melihat itu dari balik bahu kakaknyapun terheran heran "kak,mami ngapain ngeluarin baju bajunya?" Bisik sang adik tepat di dekat kuping sang kakak."mungkin baju yang mau di laundry dek" ucapnya,tapi ia berfikir apakah semua baju sang ibu akan di cuci nya? kenapa? Pikirnya.
Shean,nama anak laki laki itu,isi kepalanya sedang bertengkar hebat dengan isi hatinya,rasa penasaran kian menjadi saat tangan sang ibu kian cepat memasukan baju bajunya ke dalam tas besar di sampingnya,tanpa berniat melanjutkan langkahnya.anak itu masih menatap heran ke arah sang ibu yang tak menyadari keadaan dua bocah tersebut.lamunannya buyar ketika sang adik menepuk bahunya."kak,kok bajunya mami di laundry semuanya sih?nanti mami pake baju apa kalo bajunya di laundry semua".
Isi kepalanya kian menjadi,dengan segenap keberanian yang ia miliki ia langkahkan kakinya ke depan,menelusuri kamar orang tuanya yang cukup luas namun keadaanya sangat berantakan.tak mau di tinggal oleh sang kakak,shei si adik kecil nya mulai mengikuti langkah kaki kakaknya dan mulai mensejajarkan langkahnya dengan sang kakak.
Dengan suara yang bergetar shean melontarkan pertanyaannya kepada sang ibu,"mi,mami mau kemana kok bajunya di masukin semua?",lama tak mendengar jawaban sang ibu,shei si adik kecil menanyakan kembali hal yang sama kepada ibunya.
Wanita itu maria,wanita muda yang memiliki kulit putih,rahang tegas dan wajah yang sangat tenang,ia adalah ibu dari dua bocah kecil di hadapannya, perlahan lahan ia mulai mengangkat kepalanya,memberanikan diri menatap anak anaknya,matanya sembab,terlihat jelas wanita itu telah menangis,"mami harus pergi" hanya itu yang ia katakan namun mampu membuat air muka kedua bocah itu berubah seketika,"mami mau kemana?kita ikutkan mi?papi juga ikutkan mi?"tanya shei bertubi-tubi,"mami harus pulang ke rumah Oma kalian,shei kamu sekarang pergi ke kamar kamu,beresin semua barang barang kamu"perintah sang ibu,"kak shean ayo!" Seru shei yang tengah kegirangan karena perintah orang tuanya tersebut.
Langkah kecil mereka baru saya di ayunkan beberapa pijakan,terdengar suaranya pintu terbuka.respek kedua bocah tersebut langsung melihat ke arah pintu kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut,dari sana keluar sosok sang ayah yang tidak kalah berantakannya dari sang ibu,dengan rahang yang mengeras,tangannya yang mengepal kuat dan sorot mata yang tajam sang ayah menatap ke arah ibunya,seakan akan mengibarkan bendera peperangan kembali.
Suara Maria memecahkan keheningan yang terjadi beberapa saat tersebut,"shei cepet beresin barang barang kamu" shei yang melihat perubahan wajah sang ibu yang jadi terlihat marah langsung menarik lengan kakak nya sambil berkata "ayo kak!","shean kamu berhenti di situ,kamu tetep tinggal sama papi biar shei yang ikut sama wanita murahan ini" ujar sang ayah sambil menatap ibu mereka dengan tatapan seakan akan ingin membunuhnya."tapi pih,kak shean juga harus ikut sama shei!"seru bocah itu dengan segala ke kukuhannya,ia tak mau berpisah dengan sang kakak yang bisa di sebut teman satu satunya.
"Shean kamu pilih,kamu yang ikut papi atau shei yang ikut papi?" Tegas sang ayah,shean yang mendengar hal itu langsung membeku,tak tahu apa yang harus ia lakukan,bahkan untuk berkatapun ia tak tahu harus berkata apa,ia tak mau berpisah dengan sang adik.'tuhan bisa kah aku tidak memilih,aku ingin tetap bersama dengan adikku' jerit shean dalam hatinya,setelah hening beberapa saat akhirnya sang ayah memecahkan kembali keheningan tersebut "shei kamu yang ikut wanita murahan ini,setidaknya aku tidak usah melihat wajahmu yang mirip dengan wanita murahan itu"
Shei yang mendengar sang ayah berbicara dengan suara yang sangat tinggi langsung menguatkan genggaman tangannya kepada sang kakak.kasian bocah kecil itu,dia tak mengerti ada permasalahan apa di antara kedua orang tuanya sampai sampai ia harus berpisah dengan sang kakak."cepet shei!" Teriak sang ibu,shei yang masih kekeuh dengan keinginannya untuk tidak berpisah dengan sang kakak langsung membantah perintah sang ibu "ga mau!shei ga mau pisah sama kak shean,kalo kak shean ga ikut shei juga ga mau ikut mami'.
Mendengar hal itu Bram sang ayah langsung menarik tangan mungil shei,menyeretnya tanpa belas kasih,membawanya ke arah pintu keluar.shean yang melihat adiknya diperlakukan seperti itu langsung berupaya mengejar langkah besar sang ayah sambil berteriak berharap sang ayah mau melepaskan cengkraman nya pada tangan sang adik.namun nihil,sang ayah sekan menutup telinganya rapat rapat,tak mengelak bahkan menggubris permintaan shean.
Dengan penuh harap shean memutar kepalanya ke arah sang ibu,berharap sang ibu mau membantunya untuk memohon kepada sang ayah untuk melepaskan cengkraman tangannya dari tangan sang adik.seolah olah tak melihat apa apa sang ibu hanya memberikan tatapan kosongnya kepada shean."pih,shean mohon lepasin tangannya shei" ujarnya sambil terus mengejar langkah besar sang ayah,sampai tibalah di penghujung pintu,sang ayah memutarkan kepalanya,menatap shean dalam dalam,sambil berkata "mulai sekarang dia bukan mami mu lagi,dan anak ini bukan adikmu lagi" sambil menunjuk sang ibu dan sang adik bergantian.
Tangis shei yang di sebabkan cengkraman sang ayah mulai keluar,ia yang sedari tadi mencoba untuk tidak menangis dan menahan rasa sakit akibat cengkraman sang ayah."pi,s-ssakit pi" ujarnya sambil berharap iba dari sang ayah.namun nihil,cengkraman sang ayah malah semakin menjadi,menyeretnya tanpa iba hingga berhenti tepat di depan pintu kayu.dibukanya dengan paksa pintu tersebut lalu didorong nya shei kedalam ruangan tersebut "kalo kamu lama beresin barang barang kamu papi ga segan segan buat berlaku kasar lebih dari tadi'".
Shean yang melihat perlakuan sang ayah yang tidak manusiawi langsung meneriaki ayahnya "papi jahat,shei ga masih kecil Pi,tapi papi malah nyakitin dia,papi jahat!" Serunya sambil memukuli sang ayah dengan membabi buta tanpa menghentikan tangisnya yang kian menjadi.Sang ayah yang di pukuli oleh lengan mungil shean hanya terdiam seolah olah tidak terjadi apa apa.dilihatnya ke dalam kamar si kecil shei yang masih menangis sesegukan dengan kaki yang di tekuk dan lengan yang memeluk lututnya membuat amarahnya kian memuncak.
Dipukul nya pintu kayu tersebut dengan kasar yang sontak membuat shei dan shean terkejut."papi bilang cepet beresin barang barang kamu.kamu denger ga apa yang papi omongin?dasar anak bodoh" makinya dengan lantang.
Dengan kaki yang gemetar shei mulai membuka pintu lemarinya,memasuka satu demi satu baju yang ia miliki kedalam sebuah koper yang terletak di pinggir lemarinya,tangis yang tak kunjung reda,dengan tangan yang memar akibat cengkraman sang ayah shei berusaha untuk tidak mengeluarkan desak tangisnya,ia berusaha terlihat tegar di depan sang kakak.shean yang merasa tak ingin sang adik pergi meninggalkannya mencoba untuk masuk ke dalam kamar sang adik untuk mencegah sang adik pergi namun nihil,badan gagah sang ayah menghalangin aksesnya untuk masuk ke dalam kamar sang adik,hanya tangis dan tatapan nanar yang bisa ia berikan kepada sang adik.setelah semua pakaiannya ia masukan sang ayah tak segan segan langsung menariknya laluenyeretnya menuruni anak tangga,langkahnya yang kecil tak dapat mengimbangi langkah sang ayah,alhasil badannya terseret oleh langkah sang ayah.
Shean yang mengikuti langkah cepat sang ayah dan mencoba memukul mukul punggung sang ayah berharap cengkraman sang ayah dapat lepas dari tangan mungil adik kecil nya itu.jeritan demi jeritan shean keluarkan agar sang ayah menggubris kata katanya tetap di abaikan oleh sang ayah
Hingga tiba di penghujung tangga shean menemukan sosok sang ibu dengan sebuah koper besar di sampingnya dan sebuah tas besar digenggamannya.wajah tenang sang ibu berubah menjadi tak berekspresi,menatap putri kecilnya yang menangis dalam diam.diraihnya lengan kecil sang putri yang dengan lembut,menarik nya dengan perlahan lalu menyembunyikannya di belakan badannya.tubuh kecil shei yang hanya setinggi paha sang ibu membuatnya tertutup oleh kaki jenjang sang ibu.
Maria menatap ke arah shean,mengusap rambutnya sambil berkata "kakak jangan nakal ya,mami sama shei pergi dulu" diiringi dengan lengkung senyum yang menghiasi wajah tenangnya itu,di raihnya tangan sang putri lalu berkata "ayo shei,pegang kopernya kita pergi" sambil menarik gandengan sang anak untuk pergi dari dalam rumah tersebut.
Shean yang melihat sang adik membalikan kepalanya dan menatapnya seolah meminta pertolongan pun berusaha untuk mengejarnya,namun lengannya di cekal oleh sang ayah "biarin dua wanita murahan itu pergi dari rumah ini,kita ga butuh mereka,mereka hanya sampah,dan mulai saat ini kamu tidak punya mami,anggap saja mamimu sudah meninggal",tangisnya kian menjadi mendengar kedua sosok wanita kesanga nya direndahkan seperti itu
Pandangan membenci di berikannya kepada sang ayah,dalam dirinya ia berjanji akan mencari kedua wanitanya yang hilang itu,ia bertekad akan untuk menemukan kedua wanitanya di manapun mereka berada.shean melepaskan cengkraman sang ayah dengan brutal,lalu segera berlari ke dalam kamar adik nya,mengunci dirinya di dalam kamar tersebut sambil terus berdoa agar sang adik dan sang ibu cepat kembali.
.......... Di luar rumah matahari menyembunyikan sinarnya,membalut dirinya dengan awan.mungkin sebentar lagi akan turun hujan pikir shei,langkanya terus mengikuti langkah sang ibu sedari menuruni taxi tadi,ia tak tahu di mana ia sekarang,yang ia tahu ini adalah sebuah stasiun kereta api di kotanya, matanya yang sembab melirik ke kanan dan kiri berharap bisa mengetahui di mana keberadaannya sekarang.matanya menangkap sesosok anak kecil yang tengah memilin ujung baju yang ia kenakan, ingatannya kembali kepada shean sang kakak yang juga memiliki kebiasaan serupa,ah tapi sudahlah semuanya hanya membuatnya semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi kepada keluarga kecilnya.
Shei memutuskan untuk menundukkan wajahnya,lalu berusaha mencerna apa yang terjadi kepada keluarganya namun usianya yang baru menginjak 6 tahun tidak bisa mencerna apa apa,yang ia tau hanya ibu dan ayahnya yang bertengkar lalu memutuskan untuk memisahkannya dengan sang kakak dan notabenenya adalah satu satunya teman bermain untuknya.
Brukkk~
Shei menabrak kaki sang ibu yang berjalan di depannya,ia menggondakan kepalanya lalu menatap sang ibu sambil bertanya "kok berhenti mi?kita udah sampe di urah oma?".kerutan tercipta di dahi munggilnya,matanya yang sembab bertanya tanya kenapa ibu nya tak kunjung menjawab pertanyaannya?ada apa dengan ibunya?kenapa ibunya tiba tiba menjadi pendiam seperti ini?
Matanya menyapu seisis stasiun,keadaan yang ramai membuat badannya yang kecil membuatnya tersenggol oleh orang orang yang berlalu-lalang,dengan sisa tenaga yang ia punya shei memegang kuat kopernya yang tidak begitu besar,namun untuk ukurannya itu sangat besar dengan kuat agar tidak terjatuh atau tergeser oleh orang yang sedang berlalu-lalang.
"Mami pergi beli tiket,kamu diem di sini sebentar" ucap sang ibu sambil membalikan badan dan meninggalkannya bersama sebuah koper dan tas besar milik ibunya tersebut.matanya mungilnya memerhatikan orang orang yang tengah berjalan kesana kemari yang di balas anggukan kecil olehnya.Dari sebrang sana ia melihat seorang wanita tua yang sudah renta tengah memperhatikannya,lalu melambaikan tangannya sambil tersenyum simpul ke arahnya.
Arah pandangannya langsung ia alihkan ke objek lain,sebab ia tak tahu harus membalasnya apa,biasanya jika ada seseorang yang menyapanya atau hanya menebarkan senyum sang kakak yang akan membalas sapaannya atau senyumannya itu,tapi sekarang ia harus berpisah dengan kakaknya,ntah sebabnya apa.mungkin jika ia sudah dewasa ia akan memahaminya pikirnya.
Kaki jenjang sang ibu kembali terlihat oleh ujung matanya,ia itu maminya sudah kembali dengan dua buah tiket di tangannya.lihat betapa cantiknya sang ibu berjalan bak model di atas catwalk,matanya terpena kepada wajah tenang sang ibu,hingga tiba tiba "shei pegang kopernya,pegang cardigan mami kuat kuat" perintah sang ibu,dengan segera ia menggerakkan tangan kirinya untuk memegang erat cardigan sang ibu dan tangan kanannya yang memegang kopernya.
Tak lama orang orang mulai berkumpul di sekelilingnya,mengerumuninya.tubuhnya yang kecil tak terlihat bagaikan sebuah kerikil yang di lemparkan ke dalam laut.shei makin menguatkan genggaman tangannya kepada sang ibu,tubuh mungilnya terhimpit oleh kaki kaki orang yang ada di sekitarnya.terdengan suara gemuruh rel yang tergesek sebuah besi,matanya menangkap sebuah kereta api yang tengah melaju ke arahnya dan memberhentikan sebuah gerbong di hadapannya,orang orang kian mendesak tubuhnya tapi karena langkah sang ibu yang otomatis menarik tangannya tersebut ia berhasil masuk ke dalam kereta.
Masih dengan genggamannya pada cardigan sang ibu,ia menelusuri lorong kereta tersebut.mungkin ibunya tengah mencari kursi untuk mereka duduk pikirnya,sampai pada kursi di ujung gerbong,ibunya masuk ke dalam kursi kursi tersebut,dengan sigap shei mengitu ibunya untuk masuk ke dalam celah yang ada akibat dua kursi tersebut,dia menarik kopernya tapi lengan sang ibu menahannya, menutup kebawah gagang kopernya lalu mengangkat nya dan memasukannya ke dalam celah yang ada di atas mereka,hal itu ia lakukan dengan kopernya dan juga tas besarnya.
Ibunya menariknya pelan dan mengisyaratkan nya untuk duduk di terlebih dahulu,shei memutuskan untuk duduk di dekat jendela,ia ingin melihat pemandangan dari dalam kereta pikirnya,namun hasilnya nihil,ia teringat kembali kepada sosok sang kakak yang berada di rumahnya,sekarang kakaknya ini pasti sedang menangisinya,sejak lahir mereka memang tak pernah di pisahkan lama,mungkin mereka berpisah ketika sang kakak pergi untuk sekolah saja.
Suara nyaring itu terdengar di telinga shei,ia bertanya tanya suara apa itu? seperti suara peluit yang dialunkan namun apakah benar itu suara peluit?.ia ingin sekali bertanya pada sang ibu,suara aneh apa itu, tapi melihat wajah sang ibu yang tengah tenggelam di dalam pikirannya ia mengundurkan niatnya.tak mau berpikir panjang ia beranggapan bahwa itu memang suara peluit yang mungkin di mainkan oleh seseorang di gerbong depan sana.
Tak lama terdengar suara berdecit nyaring,suara apa lagi itu pikirnya.diiringi dengan suara itu gerbong yang ia naiki melaju dengan perlahan.pikirannya kembali pada sang kakak,apakah benar kali ini ia akan meninggalkan sang kakak,tanyanya dalam hati.ia ingin melompat keluar dari dalam kereta ini namun melihat kondisi sang ibu ia mengurungkan niatnya.ibunya sedang bersedih,mungkin karna pertengkaran nya dengan sang ayah.apa yang harus ia lakukan agar ibunya kembali seperti semula? menghiburnya? ah bagaimana caranya?ia tak pandai menghibur,jika saja di sampingnya ada sang kakak ia sudah pasti akan meminta bantuan sang kakak untuk membangunnya menghibur sang ibu kembali.
Shei memutuskan untuk mengalihkan pandangannya ke jendela,hanya pepohonan dan yang dapat ia lihat sekarang,ia merebahkan punggung mungilnya di kursi kereta,berharap kantuknya segera datang.sambil terus menghayal bahwa saat ia sampai di rumah sang nenek kakak laki-laki nya itu ada di sana,berharap semua ini hanya tipu daya orang tuanya saja.Dua tangan munggil itu saling berpautan,seolah olah lengan kanan memberi sedikit kekuatan pada lengan kirinya yang sedikit lebam akibat cengkraman sang ayah yang amat kuat.
Ia benar benar bosan,apa yang harus ia lakukan sekarang,kenapa kantuknya tak kunjung datang?,badannya lelah,matanya yang sembab membutuhkan istirahat,tapi dengan menyebalkannya kantuknya tak datang datang.
Matanya menengok kembali pada sang ibu yang ternyata sudah terlelap dalam mimpinya.mungkin ini saatnya untuk dia memberikan istirahat walau hanya memejamkan matanya, perlahan-lahan mata kecil yang semmbab itu menutup,tapi sebenarnya ia tak tertidur, telinganya masih dengan jelas mendengar laju nya kereta yang ia naiki,tapi tak apa mungkin dengan lama lama ia menutup matanya ia akan tertidur.
Kotak Adhikari Asmara
Bagian 1 “Halo? Apa ada orangkah di sini?” Aku coba melangkah lebih dekat ke arah pohon itu. Pohon yang cu...
-
Genre : Fiksi Judul : Penakluk Galaksi
-
Salsabila Bagian 2: Sheila pun terbangun dari tidurnya yang sudah lama titik diam perlahan membuka matanya kemudian dia berusaha memfokuska...
-
Aulia Shafa Kamila Outline Genre : Fiksi (Drama, Misteri, Psychologycal Thriller ) Judul : 4 Acts of Lies Amaia (Maia) seorang peremp...