Monday, September 21, 2020

Bagian 1 : Ulangtahun

Salsabila

Bagian 1 : Ulang tahunku

Di tengah malam yang sunyi dan gelap. Maria dan Fredi berdiri di depan pintu kamar yang bernuansa pink. Maria membawa kue berbentuk hati berwarna coklat, diatasnya menyala lilin berbentuk angka 20. Kemudian Maria dan Fredi memasuki sebuah kamar yang gelap bernuansa pink itu. Mereka berjalan sambil mengendap-ngendap dan bernyanyi lagu ulang tahun kemudian mereka membangunkan perempuan  yang tidak lain adalah anaknya  sedang tertidur nyenyak di atas kasur warna pink itu.
"Selamat ulang tahun, Sheila" 
Kemudian perempuan itu terbangun dari tidurnya dia mengedipkan mata mengucek-ngucek matanya berusaha mengumpulkan kesadaran. Dia sangat terkejut bahkan dia tidak ingat bahwa hari ini adalah ulang tahunnya. Dia terharu sampai matanya berkaca-kaca, Maria kemudian menyuruh perempuan itu  untuk meniup lilinya. Sebelum itu Freddy mengatakan bahwa anaknya  itu harus membuat 'Make a wish' sebelum meniup lilinnya. Perempuan itu berucap dalam hati 'aku ingin hidup bahagia bersama keluarga' itulah yang diinginkan. Setelah itu lilinya ditiup. Dia sangat bahagia di ulang tahunnya yang ke-20 ini Ini dia ingin menjadi lebih baik lagi demi keluarganya.
"Sheyla, Selamat ulang tahun ya."
"Anak Ayah sudah besar ya. Semoga apa yang kamu inginkan tercapai dan terwujud." 
"Terima kasih Ibu dan Ayah selama ini telah membesarkanku selama 20 tahun aku sangat berterima kasih."
Kemudian mereka bertiga berpelukan sambil berurai air mata. pukul 6 pagi bisa bangun dari tidurnya kemudian dia berjalan ke kamar mandi. dia masih tidak menyangka bahwa Tadi malam dia akan diberi surprise untuk ulang tahun yang ke-20 ini karena sebelumnya dia  belum pernah diberi surprise. 
Ya, Putri Asheyla Dohwana yang sering dipanggil Sheyla atau Ceyla itu memiliki kulit sawo matang, rambutnya pendek, dan selalu ceria. Dia anak yang baik, terkenal karena kepolosannya tetapi dia sangat pintar dan suka berpetualang. Mengambil jurusan managemen di kuliahnya dia berharap bisa menjadi seorang manager suatu saat nanti. Pukul 7 pagi dia berangkat ke kampusnya. Dia berjalan sambil tersenyum mengingat kejadian tadi malam. Sheyla terus berjalan dan akhirnya dia tiba di kampus. 
Setelah selesai kampus pukul 12 siang, dia  memutuskan untuk pergi ke supermarket dia belanja semua makanan yang dia inginkan. Dia menghitung uangnya kembali. Ibu bilang dia harus menghemat uangnya karena ini uang untuk satu bulan. Akhirnya dia pun memilah milah kembali, dia hanya membeli apa yang dia butuhkan bukan yang dia inginkan. Dia membeli coklat, mie instan dan beberapa minuman dingin untuk memberinya mood yang lebih baik. 
Sebelum menaiki angkutan umum untuk pulang ke rumahnya, ponselnya berbunyi. Termyata, Ibu menelponnya. 
"Halo Bu"
"Ceyla, kamu kalo sudah selesai kuliah datang ke restoran sushi dekat rumah ya..."
"Cey udah selesai kok bu"
"Yaudah, langsung kesana saja ya. Ibu, ayah dan aadikmu sudah disini" 
"Oh iya bu Ceyla kesnaa" 
Sheyla pun menaiki angkutan umum, setelah itu dia turun di depan Restoran Sushi dekat rumahnya. Tidak lama kemudian di dalam ada yang melambailkam tanghan ke arahnya. Sheila mendekati irang tersebut termtata itu adalah adiknya.
"Ayo duduk kak" kata adiknya
"Iya iya ini mau duduk " 
Putri Firly Winata, adiknya Sheyla. Berbeda dengan Sheyla, adiknya cantik rambutnya panjang terurai berkulit putih matanya coklat dan dalam. Anak kelas 3 SMA itu lebih dewasa dibandingkan Sheyla yang masih kelihatan polos. 
 "Selamat ulang tahun ya Ka Ceyla semoga ulang tahun yang ke-20 ini kakak menjadi orang yang lebih baik lagi dan aku harap kakak bisa terus membanggakan keluargai."
"iya Makasih ya Adikku sayang."
"Di ulang tahun yang ke-20 ini kamu harus lebih dewasa ya, Ibu tidak menyangka anak ibu sudah besar lagi. "
Makan malam pun berlangsung dengan bahagia. Mereka tertawa bersama, bercerita tentang semua yang mereka lalui hari ini. Hingga saat itu...
" Oh iya ya, Ceyla, Firly, Ada yang ingin ibu dan ayah sampaikan kepada kalian berdua ayah dan ibu sudah memendam hal ini selama kurang lebih 18 tahun dan mungkin ini saat yang tepat untuk menyampaikan kepada kalian berdua karena kalian berdua sudah dewasa. "
Ditengah bahagianya perasaan mereka, ada suatu hal yang membuat suasana menjadi mencekam yang membuat canggung dan penasaran.
" Ayah mau bilang apa sepertinya serius sekali. "
" Iya Ayah serius banget. " 
"sebenarnya Ayah kalian ingin mengatakan ini sudah lama sekali tetapi Hari ini adalah hari yang tepat untuk mengatakan semuanya ayah dan ibu  harap kalian bisa terima ini ya."
"emangnya ibu sama ayah ngomongin apa aku jadi gak enak. "
" Iya kita berdua jadi deg-degan gini. "
malam itu hati Sheyla sangat hancur Mendengar hal yang telah lama ingin ayah dan ibunya sampaikan. Begitu pun dengan Firly yang tak kalah kagetnya. Sheyla tidak menyangka bahwa ibu dan ayah akan mengatakan itu pada hari ulang tahunnya. malam itu menjadi saksi bahwa dunianya  hampir runtuh untuk pertama kalinya..
"sebenarnya Ceyla bukan anak kandung ibu dan ayah."
"maksud ibu sama ayah? "
"Sekarang sudah saatnya waktunya sudah tepat untuk kamu mengetahuinya. sebelum kamu tahu tentang hal ini dari orang lain Kami lebih baik memberitahu dulu. Sebenarnya kamu bukan anak kandung ibu dan ayah"
" ibu sama ayah serius? "
"maafkan Ibu dan ayah nak baru bicara hari ini tapi ini memang hari yang tepat untuk mengatakannya kepadamu. "
Diam membisu itulah yang tercipta ketika Sheyla mengetahui kenyataan bahwa dia bukan anak kandung dari kedua orang yanga ada dihadapannya. Ingin rasanya dia menangis dan menjerit sekuat tenaga tetapi tak bisa. Lidahnya teralalu kelu untuk berkata. Firly berusaha untuk menenangkan Sheyla. Dia memeluk tubuh kakakanya
"lantas orang tuaku siapa?" 
"ibu belum bisa beritahu sekarang karena ibu juga tidak tahu, yang hanya Ibu tahu kamu harus mencari kedua orang tuamu "
"Ibu pasti bercanda kamu aku ini anak ibu dan ayah!"
Selama perjalanan pulang di mobil bisa tidak banyak berbicara dia hanya melamun melihat keluar jendela dia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya begitupun juga dengan Firly dia merasa kebingungan Apakah yang dikatakan ibunya benar atau tidak.
setelah sampai di rumah Sheyla langsung pergi ke kamarnya dan menutup pintu dan menguncinya pintu tersebut. Maria dan Freddy mengerti akan hal itu kemudian mereka mereka berdua membiarkan Sheila untuk pergi ke kamarnya untuk menyendiri mereka mengerti bahwa Sheyla membutuhkan waktu untuk mencerna kata-kata yang telah mereka katakan tadi sementara itu Firly bertanya kepada Ayah dan Ibunya
"Ibu apakah yang ibu bilang tadi serius? aku masih tidak mengerti."
"Iya benar itu nak maafkan Ibu dan Ayah baru memberi tahu kalian sekarang. "
"aku masih tidak mengerti apa maksud yang Ibu katakan tadi."
"ayah akan Jelaskan tetapi tidak akan sekarang, besok akan Ayah Jelaskan kepada kalian berdua sekarang sudah malam kalian berdua tidur saja dulu besok kita berbicara lagi."
Firly pun pasrah dengan kedua orang tuanya kemudian dia pergi ke kamarnya Ia pun sempat kebingungan dia terus berpikir Bahkan dia tidak bisa tidur untuk menunggu besok pagi. Sementara itu di kamar yang bernuansa pink itu Sheyla Sedang berpikir Apakah yang dikatakan orang tuanya tadi benar atau tidak ya masih tidak percaya Apakah ini mimpi atau bukan? Dia lelah akhirnya diapun berusaha untuk tidur
Sheyla  terbangun dari tidurnya pukul 6 pagi. Dia merasa kepalanya pusing akhirnya dia memutuskan untuk bersiap siap pergi dari rumahnya. Dia pergi tanpa berpamitan kepada siapapun. Dia bingung harus pergi kemana. Kerumah teman? Dia tak punya teman. Sheyla bingung kemana dia harus pergi menenangkan hati dan pikirannya. 
Sementara itu dirumah...
"Fir kamu lihat Ceyla?"
"Belum bangun sepertinya Bu" 
"Tapi dikamarnya tidak ada, kemana ya kira-kira?"
"Mungkin lagi cari udara segar keluar, dia sepertinya masih terpukul dengan kenyataan yang terjadi" 
"Iya Bu, nanti kalo sudah tenang dia pasti kembali Bu"
Maria takut Sheyla pergi meninggalkannya, tetapi bukankah begitu seharusnya? Maria  masih belum mau ditinggalkan oleh Sheyla. Jika dia benar-benar ingin pergi dan meninggalkan semuanya Maria ingin berpamitan secara sah dengan Sheyla.
Hampir jam 8 malam Sheyla belum pulang ke rumahnya. Maria sangat khawatir anaknga  belum pulang. Begitupun juga Fredi. Dia setia menenmami Maria di ruang tamu seja tadi siang karena khawatir terhadap Sheyla. Berulang kali mereka menelponnya tetapi bukan jawaban yang mereka dapatkan. Mereka terus menelpon dan akhirnya...
"Ibu...." Sheyla menangis 
"Halo Cey, Kamu dimana?"
"Ibu aku di Jembatan Sungai..."
"Tunggu disitu kita akan menyusul kamu"
Tidak lama kemudian, Maria Fredi dan Firly tiba di jembatan yang disebutkan oleh Sheyla. Mereka kemudian melihat Sheyla yang sedang berdiri melamun dengan wajah yang tak indah lagi. Matanya sayu, rambut pendek yang rapih berubah menjadi kusut. Wajahnya menunjukkan perasaannya saat ini yaitu murung. Mereka langsung memeluknya, meskipun bukan darah anak kandungnya, Fredi dan Maria tetap menyayanginya. 
"Ceyla ayo pulang" 
"Kakak ga apa apa kan?"
Tetapi dia tidak menjawab. Dia hanya menangis tersedu sedu. Firly menuntunnya menuju mobil. Sheyla dan Firly duduk bersebelahan. Sementara di kursi depan Fredi menyetir dan Maria disampingnya.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara semuanya fokus pada pikiran dan perasaanya masing masing. Suasana di mobil menjadi canggung. 
"Ayah awas..."
Tiba-tiba semuanya melihat ke arah depan dan Brakkkkkk
Sheyla kemudian membuka matanya. Mobil yang ditumpanginya hancur tak terbentuk. Di depan kursi kemudi dia melihat seorang wanita yang cantik dan mempesona tetapi bukan ibunya. Disamping wanita itu ada seorang laki laki yang duduk di kursi kemudi tetapi bukan ayahnya juga. Kemudian Sheyla masih berusaha membuka matanya dengan lebar. Disebelahnya ada seorang anak laki-laki yang menangis berusaha untuk keluar dari mobil tersebut. 
"Tolong... Sakitt" rintih anak laki-laki tersebut
Anak laki- laki iti kemudian melihat kearahnya. "Ila ayo bangun kita keluar dari sini"
"Kamu siapa?" 
"Ila ayo kita keluar, ini bahaya. Jangan takut ya kak Jevian disini. Jangan menangis"
"Ibu, Ayah, Firly kalian dimana?"
Kejadian macam apa ini? siapa mereka? Dimana Ayah Ibu dan Firly? Sheyla sudah tak kuat menahan rasa sakit, kemudian pandangannya mulai kabur dan tidak sadarkan diri. 

No comments:

Post a Comment

Kotak Adhikari Asmara

  Bagian 1               “Halo? Apa ada orangkah di sini?”             Aku coba melangkah lebih dekat ke arah pohon itu. Pohon yang cu...