Monday, September 21, 2020

Bagian 2

Salsabila 

Bagian 2:

Sheila pun terbangun dari tidurnya yang sudah lama titik diam perlahan membuka matanya kemudian dia berusaha memfokuskan pandangannya yang pertama dia lihat adalah langit-langit yang berwarna putih kemudian dia menatap dinding ruangan tersebut berwarna biru tua selang kecil menempel pada tangan kirinya yang menghubungkannya dengan infusan di kirinya. bau obat-obatan pun tercium dia berusaha menembak Di manakah ini.
"aku dimana?" tanya pada diri sendiri
tidak lama kemudian datanglah seorang suster yang selalu mengecek keadaannya kemudian.suster tersebut memanggil dokter dan menyatakan bahwa pasien yang satu ini sudah sadar titik kemudian setelah dokter dipanggil dokter pun datang ke ruangan itu itu dan segera memeriksa keadaan sheila. 
"akhirnya Kondisinya sudah stabil"
" dokter saya di mana? saya kenapa tanda tanya gimana keluarga saya? "
"kamu kecelakaan dua minggu yang lalu dan tidak sadarkan diri kemudian akhirnya kamu bisa sadar sekarang "
"di mana keluargaku?"
"kamu akan segera tahu,setelah kondisi membaik kamu akan segera melihat keluargamu. "
keesokan harinya, dengan duduk di kursi roda Sella didorong oleh suster nya menuju ruangan kedua orang tuanya. tetapi bukannya diantar ke ruang inap sistem tersebut mengajak Sheila ke ruangan jenazahberbagai pikiran muncul di kepalanya Tetapi dia menepis semua pikiran itu setelah pintu kamar dibuka lah dua orang yang sedang ditutupi kain putih suster mendekatkan sila dengan kedua orang tersebut dan membuka kain putih yang menutupi kepala orang tersebut setelah dibuka betapa kagetnya Sheila ternyata yang terbaring lemas pucat itu adalah kedua orang tuanya.
"Kedua orangtuamu meninggal saat perjalanan dibawa ke rumah sakit setelah kecelakaan terjadi. Benturan yang kuat di kepala membuat pendarahan sulit untuk dihentikan. Sehingga, nyawa keduanya tidak terselamatkan."
"Ini pasti salah suster. Ini tidak mungkin"
Sheila menangis di hadapan kedua orangtuanya yang sudah tak bernyawa lagi. Hatinya hancur sudah tak terdefinisi rasanya.
"Dimana adik saya suster?"
"Adikmu selamat, dia baru saja sadarkan diri tadi pagi"
"Antar aku ke kamar adikku suster"
"Baiklah"
Diantarnya Sheila oleh suster tersebut ke kamar adiknya dirawat. Dia melihat adiknya yang sedang terbaring diatas ranjang putih rumah sakit. Dia duduk dikursi roda didekat adiknya. 
"Fir, kamu baik baik aja kan?
Firly membuka matanya dengan lemas dia melihat kesebelah kanan. Ada kakaknya yang sedang duduk didekatnya.
"Kak kita dimana?"
"Kita di rumah sakit"
"Ibu dan Ayah dimana? Kenapa kita di rumah sakit?"
"Kita kecelakaan 2 minggu yang lalu. Ayah dan ibu meninggal ketika dibawa ke rumah sakit."
"Apa?meninggal? Ga mungkin ka"
"Aku tahu kamu perasaan kamu karena itulah yang aku rasakan saat mendengarnya"
Mereka menangis bersama tak terbayang bagaimana hidup tanpa ayah dan ibu. mereka tidak percaya bahwa ayah dan ibunya akan pergi secepat itu.
setelah selama 3 hari kondisi mereka berdua pun akhirnya membaik mereka diizinkan pulang ke rumahnya. 
sesampainya di rumah yang mereka rasakan adalah hampa mereka bingung apa yang harus mereka buat kedua orang tuanya sudah tidak ada. 
"Kamu istirahat dikamar ya"
"Iya kak, kakak juga ya"
Mereka pergi ke kamarnya masing-masing. Bergulat dengan pikirannya masing-masing. 
"Ibu Mengapa kamu pergi secepat ini?bahkan ayah dan ibu belum menjelaskan siapa aku"
Sheila pergi ke kamar ibu dan ayahnya. dia memasuki kamar bernuansa merah kecoklatan yang rapi itu. saat membuka pintu yang pertama dia lihat adalah foto pernikahan mereka berdua dulu ibunya pernah bilang bahwa dia menyimpan semua hal yang penting di dalam lemari kecil di bawah foto pernikahan itu. 
dia melihat lemari kecil yang pernah ibu katakan itu. lemarinya berwarna coklat kemerahan, ada 3 laci yang tertutup rapat kemudian di atasnya terdapat sebuah foto keluarga ada Ibu Ayah dan dirinya juga Firly.
dia menatap nanar foto keluarga itu dia menyimpan kembali fotonya dan dia membuka laci pertama.
dibukanya laci itu dengan perlahan, ada sebuah tas berukuran sedang yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Dia mengeluarkan tas itu di bawah tas adalah kertas kecil berwarna biru ia mengambil itu dan membacanya."untuk sila Cey maafkan Ibu dan Ayah yang sudah menimpa rahasia sebesar ini terhadap. ibu meminta maaf karena Ibu dan Ayah menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepadamu. ibu takut tak sempat mengatakannya maka Ibu menulis surat ini. cepat atau lambat kamu pasti akan membacanya Carilah keluargamu yang sebenarnya Tapi setelah kamu menemukan mereka jangan lupakan kami ya. 2 desember 2020"
Sheila menangis membaca surat itu ini adalah permintaan terakhir ibu yang menyuruhnya untuk mencari keluarganya 2 Desember adalah hari dimana kecelakaan itu terjadi titik Ibu pasti menulis ini di sela-sela pergi dari rumah. dia menyeka air matanya ditatapnya tas berukuran sedang berwarna hitam bercorak itu di dalamnya berisi mobil-mobilan dan boneka beruang kecil berwarna pink. dia tidak terlalu memperhatikannya kemudian dia membuka laci kedua ternyata tidak ada isinya kosong. lanjut membuka KC ke-3 terdapat kas kecil yang bentuknya seperti tempat pensil berwarna putih tetapi penuh dengan coretan ada yang dia baca yaitu Ian dan Ila. 
"Iyan dan lla?siapa?"
Sheila membuka isi tas itu di dalamnya ada dua foto-foto pertama yaitu potret anak perempuan sekitar umur 5 tahun yang sedang bergaya dengan sangat lucu satu lagi potret anak laki-laki yang berpakaian sekolah dasar. 
"Siapa mereka berdua?"
dibalik foto anak perempuan itu ada sebuah tulisan Putri Asyila doHwansementara di belakang foto anak laki-laki itu tidak ada tulisan sedikitpun titik Sheila bingung Mengapa ada namanya di foto itu apakah ini potret dia ketika masih kecil. dia membawa semua yang ditemukan di kamar ibu dan ayahnya itu ke kamarnya. Dia kemudian membandingkan foto anak perempuan yang tadi itu dengan foto dia saat masih kecil di album fotonya. Ternyata ada yang baru dia sadari dia tidak mempunyai foto sejak dia lahir sampai dia berusia 5 tahun titik itu artinya dia dibawa oleh Ibu Maria saat usia diatas 5 tahun titik berarti anak kecil yang di foto itu adalah dirinya Lalu siapa anak laki-laki itu? apakah itu adalah kakaknya?dia menatap lekat-lekat foto anak laki-laki itu titik kemudian dia memeriksa kembali dengan teliti isi dari tas hitam yang berukuran sedang dan tas putih yang berukuran kecil itu di dalam tas putih dia menemukan brosur restoran Dwi.
"restoran dwi?"
"sepertinya Aku pernah dengar restoran ini"
ya pergi ke kamar adiknya. lalu bertanya
"Fir, kamu tahu restoran dwi?"
"ia tahu, itu restoran terkenal yang ada di daerah sini"
"besok kita kesana yuk, restoran yang masih buka kan? "
" ia masih buka restoran itu terkenal karena makanannya yang enak dan lumayan mahal "
" besok kita kesana ya aku pengen coba "
keesokan harinya Sheila dan Fadli pergi ke restoran itu. mereka duduk berhadapan tidak lama kemudian pelayan datang. 
"Fir aku makanannya samain kaya kamu aja ya"
"Okeh. Bentar aku pesenin dulu"
setelah pesanan dicatat oleh pelayan-pelayan itu pergi ke dapur titik Sheila mengitari pandangannya melihat ke kanan ke kiri depan belakang dia mencari sesuatu yang ingin dia cari Apakah dia akan menemukan petunjuk lain di sini tetapi tidak ada yang mencurigakan di restoran ini. 
"Kakak cari siapa? "
" kakak tidak cari siapa-siapa "
Selesai makan mereka pulang ke rumah. Sheila tidak menemukan petunjuk baru tentang apa yang dua cari. saat akan pulang dia membaca sebuah pengumuman di di jendela restoran itu Pengumuman itu berisi tentang yak restoran yang sedang mencari pekerja paruh waktu.Sheila merasa itu adalah salah satu kesempatan untuk mencari petunjuk lain untuk menemukan keluarganya.ya Pun ngajak bicara adiknya Firly. 
"Disini ternyata ada lowongan pekerjaan, Fir."
"Iya kak, pekerjaan paruh waktu. Kaka mau coba?"
"Sambil nunggu lulus kuliah kayanya aku bakalan coba sambil kerja deh." 
"Iya kak. Ide bagus tuh."
"Yaudah kamu pulang duluan aja kakak mau coba tanya tanya dulu ya"
"Iya ka, yaudah aku duluan ya"
"Hati-hati. Kalo ada apa apa telpon kaka aja"
"Iyaaa kak. Daaahh"
dia kembali memasuki restoran itu dan bertanya kepada pelayannya agar dipertemukan dengan pemilik restoran itu karena dia ingin menjadi pekerja paruh waktu di restoran itu titik ia berfikir mungkin dengan menjadi pekerja paruh waktu dia bisa sambil mencari petunjuk tentang keluarganya. akhirnya dia bertemu dengan pemilik restoran itu.
"Selamat siang pak perkenalkan saya Putri Ashila"
"Selamat siang juga titik Ada yang bisa saya bantu? "
"saya lihat di papan pengumuman jendela depan ada lowongan pekerjaan untuk pekerja paruh waktu Apa itu benar jika benar saya berminat."
"Iya itu benar. kamu serius mau jadi pekerja paruh waktu?kalau begitu Boleh saya lihat KTP kamu? "
"ya benar Pak saya ingin bekerja paruh waktu ini Pak KTP saya. "
si bapak melihat KTP nya kemudian tidak lama ia mengatakan bahwa Sheila diterima menjadi pekerja paruh waktu dan bisa mulai bekerja dari mulai besok hari
"karena saya sedang membutuhkan pekerja paruh waktu kamu saya terima titik kamu bisa mulai bekerja besok . Oh iya, kamu kebagian dari jam jam 2 siang sampai jam 7 malam ya. kamu bisa kan? "
"saya bisa Pak. terima kasih ya Pak"
"kalau begitu saya tunggu kamu besok ya."
"Baik Pak. sekarang saya pamit pulang Pak "
" Ya silahkan "
"Apapun yang terjadi aku harus bisa melewatinya. Aku pasti bisa mencari keluargaku yang sebenarnya. siapapun Ibu Ayah atau keluargaku yang sebenarnya aku akan tetap mencari mereka aku akan mencari tahu mengapa semua ini bisa terjadi titik-titik Aku harus bisa aku harus bertahan semangat Cey" ucapnya dalam hati sambil meninggalkan restoran itu dan menuju rumahnya 

No comments:

Post a Comment

Kotak Adhikari Asmara

  Bagian 1               “Halo? Apa ada orangkah di sini?”             Aku coba melangkah lebih dekat ke arah pohon itu. Pohon yang cu...