Aulia
Shafa Kamila
Outline
Genre : Fiksi (Drama, Misteri, Psychologycal Thriller)
Judul : 4 Acts of Lies
Amaia (Maia) seorang perempuan dengan penuh ambisi dalam hidupnya, yang nyaris
sempurna. Ia berusaha mencari arti kehidupan, mimpi dan cinta. Namun dia menemukan bahwa
orang disekitarnya menyimpan kebohongan yang dapat menghancurkan dirinya sendiri.
Ketika hidupnya perlahan terasa hancur akibat kebohongan tersebut, ia mencoba
bangkit dan melakukan apapun untuk membalas semua kebohongan.
|
No. |
Isi |
Bagian |
|
1. |
Amaia Izabella Delarosa merupakan keturunan ke-4 dari
seorang imigran di sebuah kota bernama Amityland. Meskipun begitu, buyutnya
merupakan pengusaha sukses sirup Elderberry
sehingga keluarganya sangatlah berkecukupan, bahkan merupakan salah satu
keluarga terpandang di Amityland. Kehidupan Amaia sebagai murid kelas 2 di Amityland Highschool sangatlah
sempurna. Selain ia dikenal sebagai anggota pemandu sorak yang cantik dan
pintar, pacarnya ‘Noah’ juga merupakan pemain rugbi berprestasi di sekolah,
sedangkan kakaknya ‘Leon’ dikenal sebagai siswa yang cerdas dan juga telah
meneruskan bisnis keluarga meskipun ia hanya 1 tahun lebih tua dari Amaia. |
Introduction
: Perfection of Lies |
|
2. |
Bisnis keluarga Amaia merupakan
bisnis yang begitu sukses dan seluruh penduduk Amityland menyukai produk
sirup Elderberry-nya. Amaia sudah
mulai berniat untuk melibatkan diri kedalam bisnis keluarganya, mengingat
kakaknya juga terjun mengurus bisnis di usia yang sangat muda. Pembukaan
banyak cabang di berbagai bagian Amityland, berujung pada terkuaknya rahasia
terbesar dibalik suksesnya bisnis sirup tersebut. Tak hanya itu, hal ini juga
membangkitkan memori buruk yang telah lama terpendam. |
Act
1 : Bittersweet of Elderberry |
|
3. |
Ketika Amaia berusaha bangkit dari
kejadian buruk yang baru saja menimpa keluarganya, ia menjadi lebih dekat
dengan Leon, kakaknya. Sebagai saudara, Leon selalu membantu kesulitan yang
dialami Amaia, begitupula sebaliknya. Tak hanya Leon, namun dukungan juga datang
dari teman-teman Amaia dan tentunya ‘Noah’. Namun permasalahan internal
keluarga serta rahasia dibalik polemik bisnis keluarga yang tak kunjung usai,
nyatanya membawa petaka yang lebih kelam lagi. |
Act
2 : Lovely Ego |
|
4. |
Suatu kejadian membuat geger
sekolah bahkan Amityland. Kejadian ini benar-benar membuat Amaia terguncang,
sehingga membuat sang ibu prihatin dan mengirimkan Amaia ke pusat kejiwaan
untuk mendapatkan perawatan. Leon pun tidak dapat melakukan apa-apa dan
melepaskan Amaia untuk dirawat di pusat kejiwaan. Tanpa Amaia ketahui, tempat
tersebut bukanlah sebuah rumah rehabilitasi biasa. |
Act
3 : Heavenly Bon-bon Berry |
|
5. |
Semua kebohongan buruk dan
kebenaran pahit telah terungkap. Dengan bergantian, kebohongan satu persatu
mengungkap dirinya. Amaia menyusun semua kebohongan tersebut dimana ia
menemukan semuanya saling berhubungan. Ia menyatukannya dan merencanakan apa
balasan yang setimpal untuk setiap kebohongan tersebut. |
Act
4 : Mockingbird’s Final Hunt |
INTRODUCTION : PERFECTION OF LIES
Suara
tong besar dipindahkan memenuhi sebuah peternakan, bau yang dihasilkan dari
lumbung kayu ek tercium ke seluruh ruangan. Beberapa kuda sedang menikmati hari
mereka, terlihat mereka dengan lahap memakan rerumputan atau meminum
air. “Dor !” suara tarikan pelatuk membuat burung-burung kecil terbang dari
peternakan tersebut, pelurunya tepat mengenai sasaran yang diletakan pada
sebuah pohon Pinus. Senapan tersebut kemudian diletakan di tempatnya kembali,
tanda sang pengguna sudah selesai berlatih menembak. Lalu ia berlari kecil mendekati
truk pengangkut puluhan drum besar, seorang pria disampingnya kemudian
menandatangani sebuah dokumen lalu mereka berdua tersenyum kecil dan
mengarahkan para pekerja disana untuk mengangkut lebih banyak tong yang baru
saja datang.
“Rasanya semua sirup ini mulai tercium seperti
perpaduan antara Elderberry dan kayu
ek, sungguh aneh. Aku rasa kita harus merenovasi gudang ini dengan bahan
bangunan yang lebih bagus”
“Apakah kau memberi tahuku bahwa tempat ini sudah
tidak layak ?” Balas pria tersebut sambil tertawa kecil
“Tidak, bukan begitu Leon. Aku pikir itu dapat
mempengaruhi kualitas sirupnya, tentunya kau tidak ingin mendapat keluhan dari
pelanggan bukan ?”
“Kupikir tidak seharusnya aku meragukanmu untuk bergabung
dalam bisnis keluarga, Maia. Tentu kau harus belajar lebih banyak tapi aku kira
kau bisa bergabung dulu kemudian belajar dari kakakmu yang berbakat ini hahaha”
“Leonardo pebisnis muda yang sombong, tak heran hanya sedikit
gadis yang tertarik denganmu” Maia memutar bola matanya, tanda ia kesal dengan
kejahilan sang kakak.
“Hey ! Jangan asal bicara, walaupun begitu aku tetap
kakakmu” Jawab Leon dengan tawa kecil. Kemudian beberapa truk kembali datang,
membawa puluhan tong sirup Elderberry.
“Biar aku saja, setelah itu aku akan pergi ke pusat
kota. Kau bisa hubungi aku jika butuh bantuan”
Amaia
menghampiri truk yang berdatangan, kemudian ia menandatangani dokumen yang
diberikan. Ia belum bergabung dengan bisnis keluarga, namun ayahnya sudah tahu bahwa
ia sering membantu pekerjaan kakaknya, mungkin sebentar lagi Amaia akan secara
resmi bergabung dengan bisnis tersebut. Ia melihat isi dokumen dengan teliti,
memastikan jumlah tong yang datang agar tidak ada kekurangan satupun. Kebetulan
hari ini adalah jadwal pasokan sirup musim gugur, kurang lebih 200 tong dikirim
hari ini. Penghasilan saat musim gugur memang relatif lebih banyak, selain
karena sirup yang baru saja diproduksi, buah Elderberry juga sedang panen saat musim gugur. Tak heran jika
biasanya pesanan bisa mencapai ratusan, selain permintaan yang tinggi biasanya
sirupnya pun disimpan untuk penjualan di hari lain. “Amaia Izabella Delarosa”
tertulis dibawah tanda tangan milik Amaia. Angin yang berhembus kencang meniup
rambut hitam panjang sepunggungnya. Ia mengusap pelan rambut yang menutupi
matanya, menunjukan iris mata berwarna coklat terang yang indah. Kulit putih
susunya tersapu oleh angin serta sinar matahari yang bersinar cerah hari itu.
Ia pergi menuju pusat kota, meninggalkan gudang sirup Elderberry milik keluarga Delarosa itu.
Sore
di Amityland selalu saja ramai, terutama di daerah East Groove yang menjadi
pusat pemerintahan kota. Pegawai kantor yang kembali dari pekerjaannya ramai
memenuhi jalan, sebagian dari mereka bergegas pulang untuk menemui keluarga
namun beberapa juga pergi ke kafe untuk berbincang dengan rekannya. Tak lupa
remaja-remaja yang keluar untuk berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau kedai
es krim paling terkenal di kota “Bobby’s Ice”. Beberapa pasangan biasanya
menikmati drive in cinema yang
beroperasi hanya setiap hari Sabtu dan Minggu. Kehidupan di East Groove dapat
dibilang lebih sejahtera daripada daerah lain di Amityland. Sarana kesehatan
yang sangat memadai dengan adanya “Amity Centre Hospital”, sekolah favorit
yaitu “Amityland High School” dan tentunya sistem keamanan yang sangat baik.
Tidak aneh, mengingat fakta bahwa kantor walikota juga terletak di East Groove.
Ketika
melihat sisi lain dari Amityland, kebanyakan orang akan terkejut. Meskipun
hanya sebuah kota kecil namun hanya daerah East Groove saja yang dapat dikatakan
sebagai daerah elit. Di sisi lain kota yaitu West Valley, keadaan cenderung
tidak begitu stabil terutama dalam hal keamanan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa
daerah tersebut sangat terkenal dengan perdagangan narkobanya, tidak peduli seberapa
keras sang walikota melakukan penyelidikan namun mereka tidak pernah menemukan
sang bandar narkoba. Tidak hanya dikalangan orang dewasa, lebih parahnya adalah
kabar bahwa penyelundupan ini juga telah memiliki jaringan tersendiri di
sekolah menengah atas. Remaja disana tidak lagi melakukan transaksi secara
diam-diam, mereka melakukannya secara terang-terangan. “West Valley Secondary
School” menjadi pusat perdagangan narkoba terbesar di kalangan remaja sehingga,
seluruh murid disana seringkali disebut remaja-remaja rebel. Kesukaan mereka adalah mematahkan aturan, melawan kebijakan
yang ada dan tentu saja mengkonsumsi atau sekadar menjual narkoba. Daerah ini
juga banyak ditakuti karena adanya “Tiger of The West” yang merupakan geng
besar asal West Valley. Geng ini terkenal akan kekuatannya yang tak
tertandingi, tidak ada yang berani melawan mereka bahkan opsir atau petugas
keamanan.
Menjelang
malam di East Groove, semakin ramai kaum muda berkeliaran di jalan. Kedai es
krim milik paman Bob adalah tempat favorit bagi mereka untuk menghabiskan akhir
minggu. Amaia bersiap untuk bertemu teman-temannya, mereka bilang ada menu baru
di kedai paman Bob. Walaupun begitu tetap saja Amaia selalu menyukai es krim
Red Velvet dengan jeli di atasnya. Apa boleh buat, seluruh sahabatnya memaksa
ia untuk mencoba menu baru. Amaia bertemu ibunya di teras rumah, sedang
menggunting beberapa tangkai mawar untuk ditata.
“Mawar merah ?” Tanya Amaia
“Hmm…” Jawab sang ibu yang sedang fokus menyusun bunga
“Sejak kapan kita memiliki kebun mawar merah ?”
“Ibu merasa bosan dengan hanya melihat mawar putih di
belakang rumah, jadi ibu menanam mawar merah sebulan lalu. Tidakkah kau sudah
melihatnya di halaman belakang ?”
“Aku belum sempat melihatnya… Mereka terlihat indah
sekali”
“Kau harus lebih sering berkebun, menanam lebih banyak
bunga di sekitar rumah, bukan begitu Bella ?” Bella, panggilan kesayangan untuk
Amaia dari ayah dan ibunya yang diambil dari nama tengahnya.
“Aku akan mempertimbangkannya bu, mungkin lain kali.
Aku pergi dulu” Ketika Amaia hendak membuka pintu mobilnya, Juan, sang ayah
datang.
“Ayah juga akan keluar. Kau berangkat dengan ayah saja”
Sang ayah menyalakan mesin mobilnya.
“Tak apa, aku tidak ingin merepotkan a-“
“Ayah tidak menerima penolakan, ayo naik…” Ucap
ayahnya memotong ucapan Amaia.
Tidak
ada pihak yang memulai percakapan sepanjang perjalanan baik Amaia maupun
Ayahnya. Suasana begitu hening, hanya suara klakson pengemudi tidak sabaran yang
sesekali terdengar. Dari dalam diri Amaia, ia mengakui ayahnya mungkin bukan
yang terbaik di dunia begitu juga ibunya. Namun ia pikir, sungguh egois jika ia
selalu berpikir seperti itu. Memang kedua orangtuanya tidak menghabiskan banyak
waktu dengan anak-anaknya, bisnis keluarga selalu menjadi alasan kesibukan
mereka yang tidak pernah berhenti sepanjang hari. Bahkan malam seperti ini
ayahnya sudah pasti pergi mengurus bisnis, entah apa lagi yang dikerjakan
ayahnya karena bisnis ini sudah sangat besar, Amaia pikir banyak pekerja lain
yang bisa membantu ayahnya agar ia bisa meluangkan waktu dengan keluarga.
Sementara ibunya, hanya pulang ke rumah lalu memotong dan menyusun mawar dari taman
rumah kemudian kembali mengurus pekerjaan seperti ayahnya. Bagaimanapun, privilese
yang dimiliki Amaia dan Leon cukup memberikan mereka keuntungan. Keluarganya
sangat terpandang, mereka bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan,
bahkan mereka diizinkan mengurus bisnis keluarga sejak muda. Untung saja Amaia
dan Leon cukup bijak dalam menggunakan hak istimewa ini, masa remaja mereka
sangatlah penuh dengan prestasi. Lamunan Amaia terhenti ketika ayahnya menepi
di depan sebuah kedai, kesunyian itu akhirnya pecah dan Amaia turun dari mobil.
“Apakah ayah harus menjemputmu ?”
“Tidak perlu, aku akan pulang dengan Noah”
“Jaga dirimu baik-baik, ayah akan pulang telat
mengurus beberapa pesanan dan sirup yang baru datang”
“Baik, Terimakasih ayah…”
Tak banyak
waktu yang dapat Amaia gunakan untuk bercerita kepada orangtuanya, hanya kakaknya
anggota keluarga yang benar-benar dapat ia andalkan. Diluar itu ia tetap berterimakasih
karena Tuhan sangat baik kepadanya dengan memberikan Amaia sahabat-sahabat yang
hebat. Mereka sudah menunggu Amaia di dalam kedai, meja mereka terlihat sudah
terisi oleh 5 mangkuk es krim yang sepertinya baru saja disajikan. Mereka menyapa
Amaia, memberikan pelukan hangat dan tersenyum lebar ketika Amaia datang dan
membiarkan Amaia duduk di sebelah Noah. Di sebelah Amaia tentunya adalah
kekasihnya sendiri, Noah. Tak jarang Noah juga membantu Amaia mengurus bisnis
keluarga karena ayahnya adalah salah satu investor pada bisnis keluarga
Delarosa, ia juga sering menanyakan keadaan bisnis tersebut seperti yang ia
lakukan sekarang. Tiga orang yang duduk di depan Amaia adalah Nicholas atau
Nick, Jane dan Hannah. Nick adalah sahabat baiknya sejak kecil, ia sangat suka
bermain video game dan seorang jenius
dalam bidang komputer. Jane, ibunya adalah walikota Amityland namun ayahnya
bercerai dengan sang ibu sejak ia kecil, Jane juga merupakan seorang penyanyi
yang baik di sekolah. Sedangkan, Hannah adalah anak dari pengusaha suskses, ia
bilang orangtuanya sering bepergian untuk perjalanan bisnis sehingga ayah dan
ibunya jarang terlihat di kota. Orang-orang inilah yang menjadi tempat
bercerita Amaia selain kakaknya dan semua teman-temannya adalah anak berbakat
dari keluarga terpandang. Tak jarang beberapa murid di sekolah menjadi cemburu
terhadap persahabatan mereka yang begitu sempurna. Setiap akhir pekan, mereka
menghabiskan waktu seperti ini, berbincang-bincang, tertawa kemudian memakan es
krim bersama.
“Apakah kau diantar oleh ayahmu ?” Tanya Noah
“Ya, kau tahu sekalian ia pergi bekerja mengurus
sesuatu yang entah aku tak tahu apa hingga sekarang”
“Maia… bisnis keluargamu berkembang besar mungkin
orangtua mu ingin berpartisipasi langsung, memastikan tidak ada yang salah”
“Aku tahu Noah hanya saja…” Amaia terdiam sejenak “Lupakan,
aku akan bergabung dengan bisnis keluarga secepatnya, kami akan melakukan
pembukaan cabang dalam beberapa hari. Ayahku bilang aku bisa bergabung saat itu,
ia akan memperkenalkanku kepada rekan bisnisnya sepertinya keluargamu juga akan
diundang”
“Hebat sekali ! Aku senang kau akhirnya bergabung
dengan bisnis tersebut, aku mengerti kau berharap untuk mengurangi beban dan
pekerjaan ayahmu namun bagaimanapun lakukanlah yang terbaik, aku yakin
orangtuamu bekerja keras untuk keluargamu juga” Noah tersenyum mendengar
keputusan tersebut, ia mengusap lembut kepala Amaia.
“Aku tidak akan mengecewakan siapapun” Amaia
tersenyum.
”Hey Nick, apakah itu ayahmu ?” Tanya Jane menunjuk
kepada opsir yang baru saja memasuki kedai.
“Tidak mungkin, ayahku sedang ditugaskan di perbatasan
dengan West Valley akhir-akhir ini”
“Apakah terjadi sesuatu ?” Tanya Hannah
“Kalian belum dengar ? geng itu menyerang kembali,
kemarin mereka hampir saja melewati perbatasan, mereka hampir memasuki East
Groove” Jawab Nick sambil menunjukan sebuah foto dari ponselnya. Terlihat dalam
foto tersebut 3 kardus misterius.
“Apa yang ayahmu temukan ?” Tanya Amaia
“Rupanya Tiger
of The West mulai berusaha menyelundupkan ‘Bon-Bon Berry’ kesini, hanya box ini yang ditemukan terjatuh di
sekitar perbatasan. Sungguh geng itu sangat berbahaya bahkan sekarang mereka
ingin menjual narkoba kesini”
Petugas
keamanan di East Groove memang sangatlah ketat dalam membasmi penyelundupan
narkoba, maka dari itu sangat jarang terjadi transaksi yang mana sangat berbeda
dengan di West Valley. Mengingat eksistensi geng tersebut yang sudah sangat
besar, tidak heran jika mereka bisa menyelundupkan narkoba ke dalam East
Groove. Setidaknya masyarakat memiliki petugas keamanan yang memadai, sehingga
mereka tidak perlu khawatir begitu banyak. Kelima remaja tersebut melanjutkan
percakapan dengan berbagai topik yang membuat mereka tertawa, mereka juga
bermain beberapa permainan. Hanya keceriaan dan kehangatan yang mereka rasakan
mengingat fakta bahwa mereka memiliki satu sama lain. Amaia tidak dapat meminta
lebih, ia senang dengan apa yang ia punya. Hidupnya sangatlah sempurna.
No comments:
Post a Comment