Saturday, September 19, 2020

4 Acts of Lies

 

Aulia Shafa Kamila

Outline
Genre : Fiksi (Drama, Misteri, Psychologycal Thriller)
Judul : 4 Acts of Lies
Amaia (Maia) seorang perempuan dengan penuh ambisi dalam hidupnya, yang nyaris sempurna. Ia berusaha mencari arti kehidupan, mimpi dan cinta. Namun dia menemukan bahwa orang disekitarnya menyimpan kebohongan yang dapat menghancurkan dirinya sendiri. Ketika hidupnya perlahan terasa hancur akibat kebohongan tersebut, ia mencoba bangkit dan melakukan apapun untuk membalas semua kebohongan.


No.

Isi

Bagian

1.

Amaia Izabella Delarosa merupakan keturunan ke-4 dari seorang imigran di sebuah kota bernama Amityland. Meskipun begitu, buyutnya merupakan pengusaha sukses sirup Elderberry sehingga keluarganya sangatlah berkecukupan, bahkan merupakan salah satu keluarga terpandang di Amityland. Kehidupan Amaia sebagai murid kelas 2 di Amityland Highschool sangatlah sempurna. Selain ia dikenal sebagai anggota pemandu sorak yang cantik dan pintar, pacarnya ‘Noah’ juga merupakan pemain rugbi berprestasi di sekolah, sedangkan kakaknya ‘Leon’ dikenal sebagai siswa yang cerdas dan juga telah meneruskan bisnis keluarga meskipun ia hanya 1 tahun lebih tua dari Amaia.

Introduction : Perfection of Lies

2.

Bisnis keluarga Amaia merupakan bisnis yang begitu sukses dan seluruh penduduk Amityland menyukai produk sirup Elderberry-nya. Amaia sudah mulai berniat untuk melibatkan diri kedalam bisnis keluarganya, mengingat kakaknya juga terjun mengurus bisnis di usia yang sangat muda. Pembukaan banyak cabang di berbagai bagian Amityland, berujung pada terkuaknya rahasia terbesar dibalik suksesnya bisnis sirup tersebut. Tak hanya itu, hal ini juga membangkitkan memori buruk yang telah lama terpendam.

Act 1 : Bittersweet of Elderberry

3.

Ketika Amaia berusaha bangkit dari kejadian buruk yang baru saja menimpa keluarganya, ia menjadi lebih dekat dengan Leon, kakaknya. Sebagai saudara, Leon selalu membantu kesulitan yang dialami Amaia, begitupula sebaliknya. Tak hanya Leon, namun dukungan juga datang dari teman-teman Amaia dan tentunya ‘Noah’. Namun permasalahan internal keluarga serta rahasia dibalik polemik bisnis keluarga yang tak kunjung usai, nyatanya membawa petaka yang lebih kelam lagi.

Act 2 : Lovely Ego

4.

Suatu kejadian membuat geger sekolah bahkan Amityland. Kejadian ini benar-benar membuat Amaia terguncang, sehingga membuat sang ibu prihatin dan mengirimkan Amaia ke pusat kejiwaan untuk mendapatkan perawatan. Leon pun tidak dapat melakukan apa-apa dan melepaskan Amaia untuk dirawat di pusat kejiwaan. Tanpa Amaia ketahui, tempat tersebut bukanlah sebuah rumah rehabilitasi biasa.

Act 3 : Heavenly Bon-bon Berry

5.

Semua kebohongan buruk dan kebenaran pahit telah terungkap. Dengan bergantian, kebohongan satu persatu mengungkap dirinya. Amaia menyusun semua kebohongan tersebut dimana ia menemukan semuanya saling berhubungan. Ia menyatukannya dan merencanakan apa balasan yang setimpal untuk setiap kebohongan tersebut.

Act 4 : Mockingbird’s Final Hunt

 

INTRODUCTION : PERFECTION OF LIES

            Suara tong besar dipindahkan memenuhi sebuah peternakan, bau yang dihasilkan dari lumbung kayu ek tercium ke seluruh ruangan. Beberapa kuda sedang menikmati hari mereka, terlihat mereka dengan lahap memakan rerumputan atau meminum air. “Dor !” suara tarikan pelatuk membuat burung-burung kecil terbang dari peternakan tersebut, pelurunya tepat mengenai sasaran yang diletakan pada sebuah pohon Pinus. Senapan tersebut kemudian diletakan di tempatnya kembali, tanda sang pengguna sudah selesai berlatih menembak. Lalu ia berlari kecil mendekati truk pengangkut puluhan drum besar, seorang pria disampingnya kemudian menandatangani sebuah dokumen lalu mereka berdua tersenyum kecil dan mengarahkan para pekerja disana untuk mengangkut lebih banyak tong yang baru saja datang.

“Rasanya semua sirup ini mulai tercium seperti perpaduan antara Elderberry dan kayu ek, sungguh aneh. Aku rasa kita harus merenovasi gudang ini dengan bahan bangunan yang lebih bagus”

“Apakah kau memberi tahuku bahwa tempat ini sudah tidak layak ?” Balas pria tersebut sambil tertawa kecil

“Tidak, bukan begitu Leon. Aku pikir itu dapat mempengaruhi kualitas sirupnya, tentunya kau tidak ingin mendapat keluhan dari pelanggan bukan ?”

“Kupikir tidak seharusnya aku meragukanmu untuk bergabung dalam bisnis keluarga, Maia. Tentu kau harus belajar lebih banyak tapi aku kira kau bisa bergabung dulu kemudian belajar dari kakakmu yang berbakat ini hahaha”

“Leonardo pebisnis muda yang sombong, tak heran hanya sedikit gadis yang tertarik denganmu” Maia memutar bola matanya, tanda ia kesal dengan kejahilan sang kakak.

“Hey ! Jangan asal bicara, walaupun begitu aku tetap kakakmu” Jawab Leon dengan tawa kecil. Kemudian beberapa truk kembali datang, membawa puluhan tong sirup Elderberry.

“Biar aku saja, setelah itu aku akan pergi ke pusat kota. Kau bisa hubungi aku jika butuh bantuan”

            Amaia menghampiri truk yang berdatangan, kemudian ia menandatangani dokumen yang diberikan. Ia belum bergabung dengan bisnis keluarga, namun ayahnya sudah tahu bahwa ia sering membantu pekerjaan kakaknya, mungkin sebentar lagi Amaia akan secara resmi bergabung dengan bisnis tersebut. Ia melihat isi dokumen dengan teliti, memastikan jumlah tong yang datang agar tidak ada kekurangan satupun. Kebetulan hari ini adalah jadwal pasokan sirup musim gugur, kurang lebih 200 tong dikirim hari ini. Penghasilan saat musim gugur memang relatif lebih banyak, selain karena sirup yang baru saja diproduksi, buah Elderberry juga sedang panen saat musim gugur. Tak heran jika biasanya pesanan bisa mencapai ratusan, selain permintaan yang tinggi biasanya sirupnya pun disimpan untuk penjualan di hari lain. “Amaia Izabella Delarosa” tertulis dibawah tanda tangan milik Amaia. Angin yang berhembus kencang meniup rambut hitam panjang sepunggungnya. Ia mengusap pelan rambut yang menutupi matanya, menunjukan iris mata berwarna coklat terang yang indah. Kulit putih susunya tersapu oleh angin serta sinar matahari yang bersinar cerah hari itu. Ia pergi menuju pusat kota, meninggalkan gudang sirup Elderberry milik keluarga Delarosa itu.

            Sore di Amityland selalu saja ramai, terutama di daerah East Groove yang menjadi pusat pemerintahan kota. Pegawai kantor yang kembali dari pekerjaannya ramai memenuhi jalan, sebagian dari mereka bergegas pulang untuk menemui keluarga namun beberapa juga pergi ke kafe untuk berbincang dengan rekannya. Tak lupa remaja-remaja yang keluar untuk berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau kedai es krim paling terkenal di kota “Bobby’s Ice”. Beberapa pasangan biasanya menikmati drive in cinema yang beroperasi hanya setiap hari Sabtu dan Minggu. Kehidupan di East Groove dapat dibilang lebih sejahtera daripada daerah lain di Amityland. Sarana kesehatan yang sangat memadai dengan adanya “Amity Centre Hospital”, sekolah favorit yaitu “Amityland High School” dan tentunya sistem keamanan yang sangat baik. Tidak aneh, mengingat fakta bahwa kantor walikota juga terletak di East Groove.

            Ketika melihat sisi lain dari Amityland, kebanyakan orang akan terkejut. Meskipun hanya sebuah kota kecil namun hanya daerah East Groove saja yang dapat dikatakan sebagai daerah elit. Di sisi lain kota yaitu West Valley, keadaan cenderung tidak begitu stabil terutama dalam hal keamanan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa daerah tersebut sangat terkenal dengan perdagangan narkobanya, tidak peduli seberapa keras sang walikota melakukan penyelidikan namun mereka tidak pernah menemukan sang bandar narkoba. Tidak hanya dikalangan orang dewasa, lebih parahnya adalah kabar bahwa penyelundupan ini juga telah memiliki jaringan tersendiri di sekolah menengah atas. Remaja disana tidak lagi melakukan transaksi secara diam-diam, mereka melakukannya secara terang-terangan. “West Valley Secondary School” menjadi pusat perdagangan narkoba terbesar di kalangan remaja sehingga, seluruh murid disana seringkali disebut remaja-remaja rebel. Kesukaan mereka adalah mematahkan aturan, melawan kebijakan yang ada dan tentu saja mengkonsumsi atau sekadar menjual narkoba. Daerah ini juga banyak ditakuti karena adanya “Tiger of The West” yang merupakan geng besar asal West Valley. Geng ini terkenal akan kekuatannya yang tak tertandingi, tidak ada yang berani melawan mereka bahkan opsir atau petugas keamanan.

            Menjelang malam di East Groove, semakin ramai kaum muda berkeliaran di jalan. Kedai es krim milik paman Bob adalah tempat favorit bagi mereka untuk menghabiskan akhir minggu. Amaia bersiap untuk bertemu teman-temannya, mereka bilang ada menu baru di kedai paman Bob. Walaupun begitu tetap saja Amaia selalu menyukai es krim Red Velvet dengan jeli di atasnya. Apa boleh buat, seluruh sahabatnya memaksa ia untuk mencoba menu baru. Amaia bertemu ibunya di teras rumah, sedang menggunting beberapa tangkai mawar untuk ditata.

“Mawar merah ?” Tanya Amaia

“Hmm…” Jawab sang ibu yang sedang fokus menyusun bunga

“Sejak kapan kita memiliki kebun mawar merah ?”

“Ibu merasa bosan dengan hanya melihat mawar putih di belakang rumah, jadi ibu menanam mawar merah sebulan lalu. Tidakkah kau sudah melihatnya di halaman belakang ?”

“Aku belum sempat melihatnya… Mereka terlihat indah sekali”

“Kau harus lebih sering berkebun, menanam lebih banyak bunga di sekitar rumah, bukan begitu Bella ?” Bella, panggilan kesayangan untuk Amaia dari ayah dan ibunya yang diambil dari nama tengahnya.

“Aku akan mempertimbangkannya bu, mungkin lain kali. Aku pergi dulu” Ketika Amaia hendak membuka pintu mobilnya, Juan, sang ayah datang.

“Ayah juga akan keluar. Kau berangkat dengan ayah saja” Sang ayah menyalakan mesin mobilnya.

“Tak apa, aku tidak ingin merepotkan a-“

“Ayah tidak menerima penolakan, ayo naik…” Ucap ayahnya memotong ucapan Amaia.

            Tidak ada pihak yang memulai percakapan sepanjang perjalanan baik Amaia maupun Ayahnya. Suasana begitu hening, hanya suara klakson pengemudi tidak sabaran yang sesekali terdengar. Dari dalam diri Amaia, ia mengakui ayahnya mungkin bukan yang terbaik di dunia begitu juga ibunya. Namun ia pikir, sungguh egois jika ia selalu berpikir seperti itu. Memang kedua orangtuanya tidak menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya, bisnis keluarga selalu menjadi alasan kesibukan mereka yang tidak pernah berhenti sepanjang hari. Bahkan malam seperti ini ayahnya sudah pasti pergi mengurus bisnis, entah apa lagi yang dikerjakan ayahnya karena bisnis ini sudah sangat besar, Amaia pikir banyak pekerja lain yang bisa membantu ayahnya agar ia bisa meluangkan waktu dengan keluarga. Sementara ibunya, hanya pulang ke rumah lalu memotong dan menyusun mawar dari taman rumah kemudian kembali mengurus pekerjaan seperti ayahnya. Bagaimanapun, privilese yang dimiliki Amaia dan Leon cukup memberikan mereka keuntungan. Keluarganya sangat terpandang, mereka bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan, bahkan mereka diizinkan mengurus bisnis keluarga sejak muda. Untung saja Amaia dan Leon cukup bijak dalam menggunakan hak istimewa ini, masa remaja mereka sangatlah penuh dengan prestasi. Lamunan Amaia terhenti ketika ayahnya menepi di depan sebuah kedai, kesunyian itu akhirnya pecah dan Amaia turun dari mobil.

“Apakah ayah harus menjemputmu ?”

“Tidak perlu, aku akan pulang dengan Noah”

“Jaga dirimu baik-baik, ayah akan pulang telat mengurus beberapa pesanan dan sirup yang baru datang”

“Baik, Terimakasih ayah…”

            Tak banyak waktu yang dapat Amaia gunakan untuk bercerita kepada orangtuanya, hanya kakaknya anggota keluarga yang benar-benar dapat ia andalkan. Diluar itu ia tetap berterimakasih karena Tuhan sangat baik kepadanya dengan memberikan Amaia sahabat-sahabat yang hebat. Mereka sudah menunggu Amaia di dalam kedai, meja mereka terlihat sudah terisi oleh 5 mangkuk es krim yang sepertinya baru saja disajikan. Mereka menyapa Amaia, memberikan pelukan hangat dan tersenyum lebar ketika Amaia datang dan membiarkan Amaia duduk di sebelah Noah. Di sebelah Amaia tentunya adalah kekasihnya sendiri, Noah. Tak jarang Noah juga membantu Amaia mengurus bisnis keluarga karena ayahnya adalah salah satu investor pada bisnis keluarga Delarosa, ia juga sering menanyakan keadaan bisnis tersebut seperti yang ia lakukan sekarang. Tiga orang yang duduk di depan Amaia adalah Nicholas atau Nick, Jane dan Hannah. Nick adalah sahabat baiknya sejak kecil, ia sangat suka bermain video game dan seorang jenius dalam bidang komputer. Jane, ibunya adalah walikota Amityland namun ayahnya bercerai dengan sang ibu sejak ia kecil, Jane juga merupakan seorang penyanyi yang baik di sekolah. Sedangkan, Hannah adalah anak dari pengusaha suskses, ia bilang orangtuanya sering bepergian untuk perjalanan bisnis sehingga ayah dan ibunya jarang terlihat di kota. Orang-orang inilah yang menjadi tempat bercerita Amaia selain kakaknya dan semua teman-temannya adalah anak berbakat dari keluarga terpandang. Tak jarang beberapa murid di sekolah menjadi cemburu terhadap persahabatan mereka yang begitu sempurna. Setiap akhir pekan, mereka menghabiskan waktu seperti ini, berbincang-bincang, tertawa kemudian memakan es krim bersama.

“Apakah kau diantar oleh ayahmu ?” Tanya Noah

“Ya, kau tahu sekalian ia pergi bekerja mengurus sesuatu yang entah aku tak tahu apa hingga sekarang”

“Maia… bisnis keluargamu berkembang besar mungkin orangtua mu ingin berpartisipasi langsung, memastikan tidak ada yang salah”

“Aku tahu Noah hanya saja…” Amaia terdiam sejenak “Lupakan, aku akan bergabung dengan bisnis keluarga secepatnya, kami akan melakukan pembukaan cabang dalam beberapa hari. Ayahku bilang aku bisa bergabung saat itu, ia akan memperkenalkanku kepada rekan bisnisnya sepertinya keluargamu juga akan diundang”

“Hebat sekali ! Aku senang kau akhirnya bergabung dengan bisnis tersebut, aku mengerti kau berharap untuk mengurangi beban dan pekerjaan ayahmu namun bagaimanapun lakukanlah yang terbaik, aku yakin orangtuamu bekerja keras untuk keluargamu juga” Noah tersenyum mendengar keputusan tersebut, ia mengusap lembut kepala Amaia.

“Aku tidak akan mengecewakan siapapun” Amaia tersenyum.

”Hey Nick, apakah itu ayahmu ?” Tanya Jane menunjuk kepada opsir yang baru saja memasuki kedai.

“Tidak mungkin, ayahku sedang ditugaskan di perbatasan dengan West Valley akhir-akhir ini”

“Apakah terjadi sesuatu ?” Tanya Hannah

“Kalian belum dengar ? geng itu menyerang kembali, kemarin mereka hampir saja melewati perbatasan, mereka hampir memasuki East Groove” Jawab Nick sambil menunjukan sebuah foto dari ponselnya. Terlihat dalam foto tersebut 3 kardus misterius.

“Apa yang ayahmu temukan ?” Tanya Amaia

“Rupanya Tiger of The West mulai berusaha menyelundupkan ‘Bon-Bon Berry’ kesini, hanya box ini yang ditemukan terjatuh di sekitar perbatasan. Sungguh geng itu sangat berbahaya bahkan sekarang mereka ingin menjual narkoba kesini”

            Petugas keamanan di East Groove memang sangatlah ketat dalam membasmi penyelundupan narkoba, maka dari itu sangat jarang terjadi transaksi yang mana sangat berbeda dengan di West Valley. Mengingat eksistensi geng tersebut yang sudah sangat besar, tidak heran jika mereka bisa menyelundupkan narkoba ke dalam East Groove. Setidaknya masyarakat memiliki petugas keamanan yang memadai, sehingga mereka tidak perlu khawatir begitu banyak. Kelima remaja tersebut melanjutkan percakapan dengan berbagai topik yang membuat mereka tertawa, mereka juga bermain beberapa permainan. Hanya keceriaan dan kehangatan yang mereka rasakan mengingat fakta bahwa mereka memiliki satu sama lain. Amaia tidak dapat meminta lebih, ia senang dengan apa yang ia punya. Hidupnya sangatlah sempurna.


No comments:

Post a Comment

Kotak Adhikari Asmara

  Bagian 1               “Halo? Apa ada orangkah di sini?”             Aku coba melangkah lebih dekat ke arah pohon itu. Pohon yang cu...