1. Ariana
Pada tahun 2010 bulan Maret tanggal 21 lahirlah seorang anak perempuan berambut hitam mempunyai hidung mancung berkulit putih dari keluarga miskin. Dia bernama Arian Putri Khusnul,sungguh indah dan cantik namanya seperti rupanya. Ariana adalah gadis yang pandai dan taat beribadah keluarganya selalu mengajarkan dia untuk baik kepada orang lain,sopan,santun,saling membantu. Ariana adalah gadis desa, tempat tinggal dia di desa Waruh Batu. Keadaan alamnya masih sangat asri dan segar pepohonan tergelar indah dari bukit desa,sungguh indahnya ciptaan sang ilahi. Ariana adalah sosok tangguh dan tak pernah putus asa.
karang adalah anugerah dari tuhan.
Pada suatu hari Ariana sedang berpergian ke kebun milik Paman Henry, yaitu seorang pemilik kebun yang sangat besar di desanya. Paman Henry menyuruh dia untuk memanen jagung di kebunnya. Paman Hendri berkata "Hai anak pungut Cepatlah kau panen semua jagung-jagung itu dan berikan kepada saya," ujar sang Paman Henry."Ya Paman saya akan melakukannya baik paman," balas Ariana dengan ketakutannya.Yah memang Paman Henry itu adalah seorang pemilik kebun terkaya di desanya yang juga terkenal pemarah kepada orang-orang miskin. Ariana tidak bisa apa-apa karena ini adalah satu-satunya jalan agar dia bisa makan dan minum dan juga untuk membantu keluarganya.
Sungguh sulit perjalanan Ariana ini di saat dia masih umur 10 tahun, namun dia harus menanggung beban yang besar untuk menghidupi keluarganya dan juga dirinya. Bukan ayahnya tak mampu untuk menafkahinya,namun ayahnya sekarang sedang sakit dan kakak-kakaknya pun entah kemana adanya. Ariana lima bersaudara Dia mempunyai dua orang Kakak dan dua orang adik.Namun sekarang dia harus menafkahi ibunya, ayahnya ,dan adik-adiknya.Ibunyapun sudah dari dulu mengidap penyakit mata yaitu katarak. Sulit untuk dia menafkahi keluarganya yang sedang sangat terpuruk. Memang latar belakangnya sudah miskin namun pada saat ini Ayahnya sakit ibunya sakit kakaknya entah kemana dan dia harus menafkahi kekuarganya seorang diri.
"Oh Tuhan Mengapa kau membuat diriku begitu sengsara Apakah ini balasanmu atas semua ketaatanku dalam beribadah ingin rasanya aku enyah dari bumi ini," ujar Ariana di dalam hati.Bukan tanpa sebab dia menyesalkan dirinya sendiri dan benci pada dirinya sendiri atas apa yang terjadi,ya tentu semua orang pasti akan berpikir demikian bila ada di posisi Ariana.
Yah memang Ariana bukan sosok yang sangat tangguh pasti ada sisi dia akan terpuruk dan dia akan kesal pada kehidupannya.Kehidupan Ariana pun semakin hari semakin terpuruk dan eiring berjalannya waktu ternyata penyakit yang diidap oleh ayahnya semakin memburuk dan tidak dapat lagi untuk melakukan aktivitas lainnya. Ayahnya hanya bisa tidur dan duduk saja tanpa bisa berjalan. Bahkan sekedar untuk ke toilet saja tidak mampu.Kakaknya pun tidak pernah pulang. Entah harus bagaimana lagi kehidupan Ariana pada saat ini ibunya pun tak kuasa apa-apa hanya bisa membantu saja di rumah untuk memasak dan mengurus urusan rumah.
Namun hari demi hari mungkin adik-adiknya berpikir agar tidak selalu memberatkan Ariana lalu ada satu adiknya yang berumur 8 tahun dialah yang membantu Ariana. Adiknya itu bernama Arya dia tidak bersekolah, tentu saja karena tidak ada uang untuk menyekolahkannya.Arya adalah seorang anak laki-laki yang memiliki raut wajah seperti orang Belanda.Karena sebelum mereka miskin seperti ini dahulu kakek dari Ariana dan Arya adalah sosok tentara Belanda, yang pada saat dahulu menjajah Indonesia dan beristrikan orang Indonesia yaitu neneknya Aryana dan Arya.Pantas saja Ariana dan Arya mempunyai wajah seperti orang Belanda yaitu putih,hidungnya mancung,dan matanya sedikit beda dengan yang lain.Namun memang salah keluarganya sendiri waktu itu paman-pamannya, bibinya,dan ayahnya menggunjingkan tentang warisan dan hingga pada akhirnya jatuh ke tangan pamannya yang bernama Anji.Ya harta dan semua warisan milik kakeknya Ariana jatuh ke tangan pamannya yang bernama Anji. Namun bukan digunakan untuk hal yang baik pamannya malah menggunakan uang itu sebagai uang taruhan di dalam judi.Habislah uang dari warisan kakeknya Ariana.Dan inilah yang membuat keluarga Ariana jatuh terpuruk dan miskin.
Di Suatu hari Arya bekerja di salah satu pasar di desa nya. Dia bekerja sebagai tukang angkut barang dan juga sebagai penjual kantong kresek yang menawar kan kantongnya kepada para pembeli di pasar tersebut.Sungguh kasihan nasib Arya bocah kecil berusia 8 tahun yang harus menanggung hirup pikuk beban besar di dalam kehidupannya untuk menafkahi keluarganya.Bukan hal mudah untuk menjalani hidup seperti mereka, namun Arya dan Ariana selalu tegar dan tetap tabah untuk bisa menafkahi keluarganya. Mereka yakin bahwa selalu ada Tuhan di samping mereka yang akan membuat mereka bangkit dari keterpurukannya.
Mereka selalu taat beribadah walaupun dalam kondisi apapun itu saat ia bekerja saat ia bermain tetap mereka selalu ingat untuk taat beribadah dan selalu berdoa kepada tuhannya.Sungguh anak-anak yang cerdas dan berakhlak mulia. Sulit di zaman ini menemukan anak-anak yang pintar, cerdas, sopan,santun, dan taat beribadah.Namun mereka adalah anak-anak yang cerdas, sopan, santun, taat beribadah, dan tak mudah mengeluh. Bukan hal mudah untuk menjadi sosok seperti Ariana dan Arya yang selalu tangguh menghadapi cobaan apapun.
Pada suatu hari adik terkecil Ariana yaitu Amran merengek karena lapar. Iya saat itu Ariana dan Arya tidak mendapatkan pekerjaan yang hingga memaksa keluarganya tidak dapat makan karena tidak adanya uang.Sungguh miris dan sakit sekali hidup Ariana,dengan susah payah Ariana dan Arya pergi mencari-cari pekerjaan agar adiknya bisa makan hari ini.Bukan hal mudah untuk mencari pekerjaan apalagi di usia mereka yang masih sangat belia, banyak orang yang tidak percaya akan kerja mereka hanya sekedar mengangkat ngangkat barang pun banyak yang tidak percaya Kak Ariana dan Arya kuat bekerja seperti itu." Kak Bagaimana ini kasihan Amran,ibu, dan ayah di rumah. Aku si tidak apa-apa kalau tidak makan tetapi jangan adik dan orang tuaku, " Arya berbicara demikian kepada Ariana.Jawab Ariana,"Iya dik sedang kakak usahakan dan sedang kakak pikirkan untuk kita bisa mendapatkan pekerjaan." Dengan susah payah mereka mencari pekerjaan dan akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan sebagai tukang penjual kerupuk keliling. Memang hasilnya tidak sebesar sebagai tukang angkat berat,walaupun keringat yang akan dikucurkan sama saja seperti kerja angkat berat.
Namun apa daya yang ada sekarang pekerjaan hanya itu dan adik ibu serta ayah mereka sedang kelaparan di rumah.Berkelilinglah mereka menyusuri rumah-rumah di tiap desa di tiap kampung hingga kerupuk itu terjual dan habis.Uang yang didapat dari hasil penjualan mereka akan disetorkan kepada tuan mereka atau bos mereka untuk selanjutnya dihitung dan dan 15% dari hasil penjualan kerupuk itu akan menjadi upah mereka.Hasil yang didapat hari ini hanya Rp100.000 berarti 15% dari hasil hari ini = Rp15.000 untuk mereka.Sangat tidak cukup memang untuk membeli beras saja sudah Rp10.000 dan 5000 nya lagi entah akan dibelikan apa karena tidak cukup Rp5.000 untuk membeli makanan.Mungkin untuk hari ini ini garam adalah teman lauk makan mereka.Pergilah Ariana dan Arya untuk membeli beras dan garam.
Setibanya di rumah Arya dan Ariana cepat-cepat memasak beras yang tadi dia beli di warung untuk mereka makan hari ini." Ibu maaf Ariana dan Arya hari ini hanya bisa membeli beras dan garam saja tidak bisa membeli tempe ataupun tahu untuk kita makan," ujar Ariana kepada ibunya. Ibunya pun menjawab, " tidak apa-apa nak ibu sudah cukup makan nasi dan garam saja." Akhirnya mereka makan dengan lauk hanya garam saja dan di tengah rumah yang reot tanpa beralaskan lantai atau keramik.Sungguh sangat menyedihkan kehidupan mereka,rumah yang hampir hancur,keuangan yang tidak ada, orang tua yang sakit entah apa yang terjadi bila Ariana memutuskan untuk menyerah pada kehidupan ini.
Ariana memang tidak bersekolah,namun bukan putus juga untuk dia tetap belajar. Ariana selalu belajar di rumah ketika sudah pulang kerja, mereka diajarkan oleh orang tuanya membaca,menulis,dan menggambar. Walaupun hanya dengan peralatan seadanya yaitu buku bekas dan pensil-pensil yang sudah kecil yang dia temukan di tempat sampah. Ariana tak malu untuk mengambil barang-barang seperti itu di tempat sampah,karena dia yakin itu bukan sesuatu yang harus dia jadikan malu namun menjadi motivasi bagi dirinya sendiri. Sungguh anak yang cerdas dan mulia. Sulit menemukan seorang anak yang rajin seperti Ariana. Orang tuanya pun bangga memiliki seorang anak seperti Ariana karena bukan hanya Ariana membantu keluarga dalam ekonomi saja, namun Ariana juga bisa belajar tanpa harus bersekolah. Sungguh tekad yang sangat tangguh dan mulia.
Tak lupa dia juga mengajari adik-adiknya untuk membaca menulis dan menghitung. Ariana pun berkata kepada adik-adiknya, " ayok ade kau pasti bisa untuk membaca,menulis, serta berhitung kakak tahu semua adik,kakak itu itu bisa dan pintar." " Iya Kak... " Jawab adik-adiknya. Mereka pun belajar dengan giat dan tekun selepas bekerja setiap harinya. Minimal Ariana menyempatkan waktu untuk mereka belajar satu jam sebelum tidur. Selalu teratur setiap harinya. Hingga akhirnya Ariana,
Arya, dan Amran menjadi bocah-bocah kecil yang pintar,walaupun dengan segala keterbatasan ekonominya. Dia selalu berpikir tak ada waktu yang terlambat dan tak ada hambatan untuk belajar jika dia yakin dan punya tekad yang besar untuk bisa menjadi seseorang yang cerdas dan pintar walaupun dengan segala keterbatasan. Sungguh sosok seorang anak yang sangat bijak dan pintar. Orang tuanya pun bangga kepada anaknya karena dia dapat belajar dan pintar tanpa harus bersekolah.
Semakin hari Ariana Semakin menjadi sosok yang sudah dewasa, bukan karena umurnya yang menjadi semakin tua namun karena pola pikirnya dan kebijakannya dalam menindak dan mengambil suatu keputusan,membuat dia menjadi pribadi yang dewasa dan dapat bertanggung jawab.
Setiap Ariana memiliki masalah dia tidak pernah mengeluh dan tidak pernah mengadu kepada orangtuanya,Ariana selalu menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak pernah bergantung kepada orang lain. Seberat apapun masalahnya dia selalu menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab. Ketika dia mempunyai masalah dia selalu memikirkannya sendiri untuk mencari jalan tengah dari masalahnya. Sungguh anak yang penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan.
Bukan hal mudah bagi bocah sekecil Ariana menyelesaikan masalah tanpa melibatkan siapapun. Kalaupun dia minta pertolongan pasti dia akan meminta pertolongannya kepada tuhan yang menciptakan dia karena bagi dia,jika meminta pertolongan kepada sesama manusia belum tentu manusia itu dapat membantu kita dan tentu kita tahu bahwa semua orang pasti memiliki permasalahannya masing-masing.
Oleh karena itu,Ariana berpikir keras sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Tanpa harus melibatkan orang lain karena dia juga tidak ingin merepotkan orang lain. Sungguh Ariana adalah anak yang baik, tangguh, penuh tanggung jawab, dan bijaksana. Dengan keadaan yang sangat sulit seperti ini dia tidak pernah bergantung kepada orang lain maupun kepada orang tuanya karena dia tahu orangtuanya juga tidak bisa apa-apa. Yang bisa dia lakukan saat menghadapi masalah atau cobaan adalah selalu berdoa dan mencari jalan keluarnya sendiri. Arya pun memiliki sifat seperti Ariana yang bertanggung jawab bijaksana dan tidak pernah mengeluh dalam kehidupannya. Mereka adalah anak-anak yang sangat pintar dan cerdas. Mereka memiliki kepribadian yang sangat tidak terduga bagi seorang anak miskin. Tak ayal
Ariana pun selalu bersyukur atas segala yang dia punya hari ini,dan berdoa supaya dia mendapatkan yang lebih dari apa yang dia punya sekarang kepada tuhannya. Bagi Ariana tidak ada masalah yang sangat sulit bila dihadapi dengan penuh rasa tanggung jawab dan selalu berdoa kepada tuhan. Anak tangguh,anak yang bertanggung jawab adalah anak yang bisa menjadi seorang bijaksana yang cerdas. Dan semua itu terdapat di dalam diri Ariana. Dialah putri yang cantik,anggun dan bijaksana di dalam kehidupan nyata. Dialah Ariana Putri Khusnul.
Ariana
oleh: yasmin nurul
Di zaman itu...
Di tahun itu...
Di hari itu...
Di detik itu...
Lahir seorang gadis rupawan,ayu,dan cantik
Wajahnya sangat putih dan tertawanya menggeletik
Membuat riuh sorak di ruang sempit
Dengan lelaki yang tertawa lalu menangis
Putri cantik berhati suci
Putri cantik berkulit putih
Tangguh dan tegar
Bijaksana dan bertanggung jawab
Kuat dalam segala hal
Tidak mudah putus asa
Berani berkorban
Bekerja keras
Dialah Ariana Putri Khusnul
No comments:
Post a Comment