Saturday, September 26, 2020

Geulis 161 Project

 1. Rancangan dies natalis yang berbeda

Dies natalis secara makna sepadan dengan peringatan hari kelahiran. Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari kelahiran yang dipandang sebagai hari dimana sebuah kehidupan dimulai. Tujuannya tiada lain adalah untuk mensyukuri anugerah hidup yang menyebabkan berbagai peluang dan kesempatan terbuka. 

Dies natalis SMAN 1 Cianjur jatuh pada bulan Oktober. Tahun 2020 merupakan ulang tahunnya yang ke-61. Secara kuantitas waktu, menggambarkan waktu hidup yang panjang. Secara kualitas, 61 merupakan angka yang tinggi secara pengalaman. Implikasinya SMAN 1 Cianjur akan berulangtahun dan perayaan ulang tahun kali ini harus berbeda dengan perayaan ulang tahun-ulang tahun sebelumnya. 

Membuat sesuatu yang berbeda tidak sesederhana mengucapkannya. Keinsyafan akan hal ini dirasakan oleh Kepala SMAN 1 Cianjur, DR. Agam Supriyanta, S.Pd, M. M.Pd. Beliau memandang bahwa dies natalis yang berbeda akan mengakibatkan persiapan yang berbeda pula. Sesuatu yang berbeda yang akan dipersembahkan pada dies natalis SMAN 1 Cianjur yang ke-61 adalah terbitnya 161 buku yang ditulis oleh 161 penulis dari warga SMAN 1 Cianjur. 

Mewujudkan impian dies natalis dengan menghadirkan 161 judul buku yang ditulis oleh guru dan siswa SMAN 1 Cianjur terdengar seperti sebuah proyek ambisius yang mustahil terwujud. Kemustahilan didasarkan pada pemikiran bahwa guru dan siswa adalah bukan penulis. Kemustahilan kedua terkait dengan waktu yang tersedia untuk dapat mewujudkan impian tersebut. Terdapat waktu 30 hari saja untuk mewujudkan hal itu. Untuk menerbitkan sebuah buku, paling tidak proses di penerbitnya saja perlu satu sampai dua minggu untuk mengantri mendapatkan ISBN-nya. Hal yang terberat adalah mencari guru dan siswa yang bersedia menulis dalam kondisi tertekan. 

Kemustahilan menjadi semakin mustahil jika tidak ada gerakan dan tindakan untuk mewujudkannya. Untuk membalikkan kondisi 'mustahil' menjadi 'mungkin dan terjadi' maka kepala SMAN 1 Cianjur mengundang Pengawas Sekolah, Badriah, untuk menjadi motor penggerak dalam mengubah kemustahilan menjadi sesuatu yang mungkin. Badriah telah memiliki pengalaman menjadi penggerak dalam program menulis 100 buku dalam 40 hari yang dilakukan di SMAN 2 Cianjur. Program yang digerakannya mendapat penghargaan secara nasional yakni diakui sebagai juara III tingkat nasional dalam lomba inovasi dan kreativitas yang diselenggarakan oleh Astra bersama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. Atas dasar ini, kepala SMAN 1 Cianjur berkoordinasi dengan Badriah yang telah memiliki pengalaman pada bidang tersebut untuk menjadi Nara sumber sekaligus koordinator program gerakan unggulan literasi SMAN 1 Cianjur  atau disingkat Geulis 161

Geulis 161 menjadi rancangan proyek untuk dies natalis SMAN 1 Cianjur ke 61. Angka 161 yang ditulis setelah kata Geulis merupakan representasi dari SMAN 1 dan dies natalis ke 61. Angka yang menarik karena angka ini mengakibatkan lahirnya sebuah gerakan membaca dan menulis yang melibatkan warga SMAN 1 Cianjur. Proyek Geulis 161 bisa saja dipandang menambah berat beban PJJ-BDR. Para guru dan siswa mengakui bahwa mereka selama ini telah bekerja melampaui kesiapan, kemampuan, keberanian, dan keadaannya. BDR yang mengubah tatanan persekolahan dan pengajaran. Warga sekolah ini sedang mencoba menata diri, menyesuaikan diri dan memahami bagaimana agar dapat bertahan dan sekaligus berhasil melewati BDR dan menyambut tatanan kehidupan baru dengan aturan adaptasi kebiasaan baru (AKB). BDR saja belum khatam, tambahan Geulis 161 menjadi tantangan tersendiri. 

Sesuai kodratnya, manusia memiliki rasa ingin mencoba dan ingin tahu. Warga SMAN 1 Cianjur adalah individu yang tertarik untuk mencoba dan ingin tahu sejauh mana mereka dapat mewujudkan Geulis 161 menjadi sebuah dies natalis yang berbeda. Kondisi ini menjadi modal utama yang memberikan darah bagi hidupnya dies nataslis SMAN 1 Cianjur  ke 61. Badriah selaku koordinator yang mendampingi kegiatan menyatakan  bahwa salah satu unsur keberhasilan program adalah adanya dukungan dan rasa gotong royong dari warga sekolah. Memenuhi kondisi ini, kepala SMAN 1 Cianjur membentuk Tim Geulis 161 yang terdiri dari beberapa orang guru. Tim ini menyiapkan kegiatan yang memungkinkannya impian Geulis 161 dengan para calon pelaku gerakan menulisnya itu sendiri. Diputuskan, Sabtu, 19 September 2020 sebagai waktu yang tepat untuk bersewajah antara pemilik gagasan Geulis 161 yakni kepala SMAN 1 Cianjur, dengan penggerak kegiatan yakni Badriah, Pengawas Pendidikan Dinas Provinsi Jawa Barat, dengan para pelaku Geulis 161 yakni guru dan siswa SMAN 1 Cianjur dalam bentuk Workshop.

Pembukaan Geulis 161 oleh Kepala SMAN 1 Cianjur, DR. Agam Supriyanta, M.MPd


2.   Bersua pejuang Geulis 161

Sabtu, 19 September 2020 merupakan pertemuan pertama antara gagasan dengan pelaksana gagasan. Kepala SMAN 1 Cianjur selaku pemilik gagasan, Badriah sebagai pengurai gagasan, para guru sebagai penjamin keterlaksanaan gagasan dan siswa sebagai pejuang Geulis 161 yang mewujudkan gagasan bersewajah di aula SMAN 1 Cianjur. Pertemuan dimulai dengan berdiskusi antara kepala sekolah dengan Badriah mengenai penentuan waktu menulis. Disimpulkan bahwa waktu untuk menulis sampai ke terbit hanya tersedia mulai tanggal 19 September sampai dengan 15  Oktober 2020. Waktu yang sangat singkat untuk dapat mewujudkan impian Geulis 161. Seperti kata para filsuf, tugas kita adalah berusaha dan urusan hasil, serahkan pada proses. Intinya, walaupun secara waktu, amat pendek, namun, give it a try adalah sebuah tindakan yang paling rasional walaupun resikonya besar sekali. 

Berbekal waktu yang dimiliki, kegiatan workshop dibuka oleh Kepala SMAN 1. Setiap detik waktu yang ada menjadi modal mahal yang harus diisi dengan menulis. Bagaimana mewujdkannya?  Jawabannya ada pada tulisan berikut yang menguraikan bagaimana upaya mewujudkan kemustahilan menjadi sebuah aktivitas yang produktif. 

Workshop dilaksanakan di aula dengan pertimbangan luas dan jumlah siswa yang hadir secara rasio memenuhi persyaratan jaga jarak pada saat pandemi. Untuk setiap peserta disiapkan meja agar ketika hendak menulis baik dengan menggunakan laptop ataupun hape dapat dengan mudah dilakukan. Selain itu, meja menjadi pembatas tak terlihat yang mewajibkan setiap siswa atau guru yang mengikuti kegiatan tidak berkunjung ataupun bergerombol ke meja lain. 

Tujuan dari Workshop 1 ini adalah untuk menyamakan persepsi dan memaparkan secara rinci apa yang akan dilaksanakan supaya dies natalis ke 61 SMAN 1 Cianjur menjadi benar-benar berbeda. 

No comments:

Post a Comment

Kotak Adhikari Asmara

  Bagian 1               “Halo? Apa ada orangkah di sini?”             Aku coba melangkah lebih dekat ke arah pohon itu. Pohon yang cu...