keesokan harinya hari pertama di mana Sheila mulai bekerja titik dia datang tepat waktu dan segera menemui manajernya.
"Selamat siang pak saya Sahila yang kemarin diterima sebagai pekerja paruh waktu di sini. "
"Oh iya jadi saya akan Jelaskan sekali lagi Kamu bagian menjaga kasir dan mendata menu yang dipesan oleh para pembeli kemudian, nanti kamu berikan pesanannya kepada yang ada di dapur. "
"Baik Pak "
"Baik Pak terima kasih saya akan bekerja sebisa saya dan sebaik mungkin"
1 bulan lebih dia bekerja di restoran itu dia bekerja dengan baik. Setelah sebulan lamanya dia bekerja paruh waktu di sana dia tidak menemukan petunjuk apapun tidak ada tanda-tanda petunjuk yang akan muncul lalu dia pun inisiatif untuk mencari petunjuk itu secara lebih dalam lagi.
"karena aku mau nanya"
"iya kenapa say?"
"kamu kerja di sini udah berapa lama?"
"aku sih udah 2 tahun yang lalu"
"oh gitu kamu tahu siapa pemilik restoran ini?"
"tahu tapi pemiliknya jarang ke sini paling 3 bulan sekali ke sini dan itu sudah dijadwalkan kenapa?"
"bukan apa-apa sih aku cuma penasaran ngomong-ngomong siapa pemiliknya?"
"pemiliknya bukan seorang tetapi 3 orang dan 3 orang itu berkeluarga adik kakak Nah ada Pak Setia Pak Rian dan Pak Alvin. "
"Oh begitu."
"mereka akan datang ke sini besok sesuai jadwalnya."
"besok? Baiklah titik Makasih Rei "
" Iya sama-sama"
Jam 7 malam....
Tak disangka, pemilik restoran tersebut datang jam 7 malam, bahkan diluar dugaan semua yang ada di restoran itu. Siti arya dan alvin datang ke restoran di pukul 08.00 malam titik biasanya mereka datang untuk memeriksa perkembangan restoran tapi kali ini mereka datang sehari sebelum jadwal biasanya mencapai yang jadi latar belakang mereka datang sehari sebelumnya
"Loh kok mereka datang hari ini"
"Pemilik restoran datang"
"Mereka tiba-tiba datang memang sekarang sudah jadwalnya"
"Bukannya besok yah"
Begitulah bisikan daripada pegawai restoran di yang nampak keheranan melihat kedatangan mereka bertiga
"Selamat malam pak"
"Malam pak manager maaf sebelumnya tidak memberitahu kami ingin mengadakan rapat hari ini jadi jadwal besok akan kami kosongkan karena besok kami akan ada jadwal lain yang mendadak"
"Baik pare sekarang saya siapkan tempat dulu untuk memulai rapat seperti biasa"
"Pari tolong semoga yang ada di sini jadi dibubarkan ya semuanya arus ikut rapat kali ini"
"Baik alvin"
"Ya sudah siapkan semuanya secepatnya"
Setia reyhan dan ahli madura tiga orang pemilik saham terbesar dalam restoran begitu mereka memiliki sikap dan kepribadian yang berbeda-beda meskipun mereka bersaudara
Anak pertama septia tubuhnya tinggi putih terkenal dengan sikap tegas dan disiplin ia dikenal dingin dan tidak banyak berbicara apa yang dibicarakan penting karena itu dia tidak akan berbicara jika itu tidak penting
Anak kedua riyanti yang tampan usianya 1 tahun lebih muda dari ayla dan pria yang paling dicintai oleh seluruh pegawai wanita yang tara mereka bertiga kemudian ada alvin hobinya marah-marah galak paling dibenci dari ketiganya menurut pegawai lain alvin lebih banyak berbicara tetapi apa yang dibicarakan berbeda dengan apa yang dilakukan bahkan banyak yang tidak suka padanya
"Setelah 10 menit mempersiapkan semuanya bikinnya rapat dimulai semua pegawai yang ada mengikuti rapat tersebut"
"Baik jika sudah siap mulai saja rapatnya"
"Ayah kita punya waktu satu jam jadi persentasi kandungan singkat dan jelas itu perkembangan yang terjadi paham"
"Baik pak"
"Sekarang kamu akan mulai dari perkembangan keuangan bangunan administrasi menu dan lain-lain"
"Silahkan di mulai"
Satu jam kemudian rapat selesai dengan hasil yang maksimal. Semua orang yang ada disana merasa lega. Tak ada hambatan dan halangan.
"Oh iya ini 3 pekerja baru yang kita terima dan pernah ceritakan ke bapak Tapi sebelumnya mereka belum saya wawancara. "
" tari Oma kenapa bisa seperti itu? bagaimana kalau mereka bertiga tidak memenuhi persyaratan khusus. Pak Ari tidak boleh menerima pegawai sembarangan "
"find, Mungkin Pak Hari terburu-buru karena terdesak butuh pegawai."
"ya Pak saya sedang terdesak karena saat itu sangat dibutuhkan pekerja dan sangat sulit untuk mencarinya."
baik kalau begitu, 3 pekerja ini akan kami wawancara langsung hari ini. "
"Alvin"
"Ka Setya dan kak Rey harus ikut mewawancara juga."
"Baiklah rapat selesai kita tutup rapat hari ini. Thanks buat yang udah datang dan kalian boleh pulang kecuali 3 pegawai baru tadi."
"Kalian bertiga berdiri di depan dan perkenalkan diri alasan kalian bekerja
satu orang satu orang "
"saya Aira alasan bekerja di sini karena saya suka restoran ini dan Saya bangga menjadi bagian dari restoran ini. "
"baik silakan mundur yang selanjutnya."
"aku dulu ya Say" Kata Devi
"ya boleh"
"saya Devi alasan Saya bekerja karena saya butuh pekerjaan untuk membiayai kedua orang tua yang mengalami kecelakaan."
" seorang lagi kamu. "
"saya seila alasan bekerja di sini... "dia menunda alasannya
"itu karena saya mau membiayai sekolah adik saya ya karena itu"
"Apa alasannya "
"Memangnya kemana kedua orang tuamu?"
"Mereka meninggal tepat sebulan sebelum syaa bekerja disini"
"Kenapa mereka bisa meninggal?"
"Alvin" panggil Reyan
"Cepat katakan" kata Alvin
"Alvin cukup. Sudah tidak apa apa kamu boleh pulang" kata Setya
Sheila keluar dari restoran tersebut dengan perasaaan yang sedih. Reyan yang merasa tidak enak pun akhirnya menyusul Sheila.
Berniat mengantarkan sambil meminta maaf.
"Tunggu" panggil Reyan
"Iya Pak, kenapa?"
"Saya mewakili Alvin mau meminta maaf atas kejadian tadi"
"Oh itu, tidak apa apa. Pak"
"Kamu mau pulang ya? Gimana kalo bareng saya?"
"Eh engga usah pak"
"Engga kok. Ayo naik"
"Aduh Pak saya engga enak nih"
"Gapapa. Itung itung permintaaan maaf saya yang mewakili Alvin"
Dengan terpaksa Sheyla menaiki mobil itu. Dia menunjukkan arah jalan pulangnya. Setelah dekat rumahnya dia memberitahu Reyan.
"Rumah saya deket kok dari sini"
"Yaudah, silahkan. Sekali lagi saya meminta maaf atas perlakuan adik saya"
"Iya Pak, terimakasih." Katanya sambil menatap mata Rey. Rey menatap balik.
"Tunggu" Rey mencegahnya pergi, menatap matanya lekat-lekat
Deg~~~
"Bola matanya coklat dan cantik sekali. Tunggu, aku pernah lihat bola mata ini dan hanya ada pada...Ah tidak mungkin"
"Pak"
"Ah..iyaaa.Silahkan"
Sheila keluar dari mobil Rey dan segera pergi.
"Apakah mungkin kalau dia Ila?" Tanyanya pada diri sendiiri
Reyan segera mengeluarkan ponselnya dan menekan beberapa nomor.
"Yan, Ila punya bola mata coklat yang cantik kan?"
"Kenapa tiba-tiba?"
"Selain itu ada ciri lain? Secara fisik gitu?"
"Ada. Tahi lalatnya sama seperti aku"
Rey lupa memperhatikan tahi lalat. dia terlalu perhatikan bola mata yang sangat mirip sekali dengan punyanya Ila.
"Apakah Sheyla adalah orang yang Jevian cari?"
No comments:
Post a Comment